Adaptasi
Adaptasi terhadap dampak perubahan iklim tidak dapat dihindari telah menjadi kepentingan seluruh Negara. Pada umumnya, Negara maju jauh lebih siap dalam menghadapi perubahan iklim dengan kelengkapan infrastruktur dan ketersediaan dana yang mencukupi. Sementara itu Negara berkembang lebih rentan terhadap dampak perubahan iklim dikarenakan kapasitas mereka dalam beradaptasi relatif terbatas. Kelompok Negara miskin (LDC) dan Negara kepulauan kecil adalah kelompok yang paling rentan sehingga membutuhkan bantuan pihak lain untuk dapat menyesuaikan diri terhadap dampak perubahan iklim.
Indonesia adalah Negara tropis yang terletak di dekat khatulistiwa dan akan mengalami kenaikan temperatur sedang. Sebagai Negara kepulauan, Indonesia relatif rentan terhadap kenaikan muka air laut yang dapat mengakibatkan banjir yang lebih parah dan tenggelamnya pulau-pulau kecil. Indonesia juga Negara yang kaya akan hutan dan lahan gambut sehingga perubahan suhu dan variabel iklim lain dapat mempengaruhi keanekaragaman hayati yang dimiliki hutan Indonesia dan juga suhu yang tinggi menyebabkan bertambahnya frekkuensi kebakaran hutan dan lahan.
Pertanyaan yang menjadi persoalan sentral dalam negosiasi UNFCCC mengenai adaptasi adalah seberapa banyak Negara berkembang menerima bantuan dari Negara maju dalam mempersiapkan diri untuk beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Termasuk di dalamnya adalah bentuk bantuan dan Negara mana saja yang layak menerima bantuan, apakah seluruh Negara berkembang atau Negara tertentu yang benar-benar miskin saja.
Baca juga:
