Deforestasi Akibatkan Gajah Sumatera Terancam Punah
Gajah Sumatera kini dimasukkan dalam daftar spesies yang terancam punah setelah kehilangan setengah dari jumlah populasinya hanya dalam waktu satu generasi. Deforestasi adalah penyebab utama berkurangnya jumlah hewan ini yang kini terancam resiko punah dalam beberapa dekade.
International Union for the Conservation of Nature (IUCN) menaikkan status resiko gajah sumatera setelah mendapati hilangnya 69% dari luasan habitat hewan ini dalam waktu 25 tahun berselang. Dengan hutan yang ditebang, terbakar, atau diubah fungsinya menjadi lahan penanaman, populasi gajah ini jatuh menjadi 2.800 jiwa.
Dalam daftar spesies terancam yang terakhir, IUCN mencatat bahwa banyak dari koloni gajah yang tersisa akan hilang karena mereka tidak hidup di kawasan yang dilindungi, sehingga memiliki resiko tinggi untuk konflik dengan manusia. IUCN mengutip beberapa studi yang menunjukkan bahwa paling tidak 6 kawanan gajah lenyap pada kurun waktu antara 2007-2009 di propinsi Riau yang sarat dengan industri kertas dan kelapa sawit.
Dengan terus berkembangnya industri-industri tersebut, Sumatera mengalami tingkat deforestasi yang terhitung salah satu yang terburuk di dunia. Beberapa pihak mengatakan bahwa Indonesia telah kehilangan lebih dari dua pertiga luas hutan alam dataran rendahnya, -habitat alami gajah-, dalam waktu 25 tahun berselang.
Dengan ditingkatkannya status resiko hewan ini, WWF menyerukan pemberlakuan moratorium atas penghancuran habitat gajah dengan segera. Carlow Drews, direktur program spesies global WWF, mengatakan, “Gajah Sumatera bergabung dalam daftar spesies terancam Indonesia yang terus bertambah panjang, bersama dengan orangutan Sumatera, badak Jawa dan Sumatera, serta harimau Sumatera.”
Sementara itu, pemerhati dan peneliti masalah gajah Asia, Ajay Desai, mengungkapkan, “Penting sekali bagi pemerintah Indonesia, organisasi konservasi, dan perusahaan agro-hutan untuk menyadari kegentingan status gajah dan hewan liar Sumatera lainnya, serta mengambil langkah-langkah efektif untuk konservasi. Indonesia harus bertindak sekarang sebelum segala sesuatunya menjadi terlambat untuk melindungi sisa hutan alam Sumatera yang ada, -khususnya habitat gajah.”
KREDIT FOTO: WWF Indonesia


0 Komentar
Trackbacks/Pingbacks