LEGO Hentikan Transaksi dengan APP
Setelah hiruk-pikuk Barbie yang digalang oleh Greenpeace demi mengangkat kerusakan lingkungan akibat deforestasi yang terjadi di hutan Indonesia, kini LEGO mengumumkan bahwa pihaknya akan mengadopsi praktek-praktek yang lebih ramah lingkungan. Praktek-praktek tersebut meliputi: reduksi jumlah bahan baku yang digunakan untuk pembuatan kemasan, penggunaan bahan baku yang telah didaur ulang, dan memastikan bahwa bahan baku kemasan diproduksi secara berkelanjutan (dengan kata lain, menggunakan bahan baku yang tersertifikasi Forest Stewardship Council).
Lebih lanjut, Helle Sofie Kaspersen, Vice President Corporate Governance and Sustainability LEGO, mengatakan, “Adalah menjadi niat kami untuk menggunakan bahan baku dari supplier yang tidak terlibat dengan deforestasi.” Secara implisit, ini berarti LEGO dengan tegas mencoret Asia Pulp & Paper (APP) dari daftar pemasoknya.
Kesimpulan tersebut diutarakan oleh Andy Tait, Senior Campaign Advisor Greenpeace UK, pada sebuah tulisan di blog-nya. Greenpeace dan berbagai kelompok lingkungan lain telah lama menyuarakan keberatan terhadap praktek pembukaan hutan yang disinyalir terus dilakukan oleh APP. APP sendiri sebenarnya telah berkomitmen untuk secara bertahap mengurangi ekstraksi bahan baku dari hutan primer, namun masih gagal untuk memenuhi targetnya dalam melakukan hal tersebut. Perusahaan-perusahaan di bawah kelompok APP juga tengah menghadapi investigasi sehubungan dengan praktek pembalakan liar di propinsi Riau.
KREDIT FOTO: Foto diambil dari sini


