Dewan Keamanan PBB Akan Bahas Perubahan Iklim

Gedung kantor PBB

 

Pemimpin diskusi (chair) Dewan Keamanan PBB, -yang sekarang dipegang oleh Jerman, pada 5 Juli lalu mengumumkan bahwa badan tersebut akan memasukkan perubahan iklim dalam agenda diskusi lanjutannya yang akan dimulai pada 20 Juli nanti.

Manuver ini adalah kali kedua di mana perubahan iklim dimasukkan dalam agenda Dewan Keamanan setelah Inggris menggagasnya pada tahun 2007.  Awalnya, langkah ini menimbulkan kritisi dari berbagai pihak negara berkembang yang memandang bahwa Dewan Keamanan terasa seperti ingin merebut otoritas negosiasi dari badan PBB lainnya.  Beberapa pihak lainnya memandang bahwa beban kerja Dewan Keamanan sudah terlalu berat untuk ditambahi.

Kali ini, peta permasalahannya menjadi hampir terbalik.  Jerman memperoleh dukungan dari banyak negara berkembang, terutama mereka yang termasuk dalam negara-negara kepulauan kecil.  Kelompok ini bahkan mengingini Dewan Keamanan untuk mendiskusikan perubahan iklim secara rutin, dan menunjuk penasehat khusus untuk masalah kedaulatan nasional yang dapat terancam oleh dampak perubahan iklim.

Jerman menginisiasi agenda ini sejalan dengan arahan Majelis Umum PBB yang pada 2009 mengeluarkan suatu resolusi yang memandatkan kepada seluruh organisasi PBB untuk membahas implikasi kenaikan temperatur global.  Peter Wittig, duta besar Jerman untuk PBB, lebih lanjut menyebutkan, “Kami akan mengambil fokus  pada isu-isu keamanan yang mungkin timbul akibat perubahan iklim.  Dewan tak akan mengulangi jalur-jalur pembahasan lain yang telah didiskusikan sebelumnya. “  Ia juga menekankan bahwa isu-isu keamanan yang dibahas akan mencakup ancaman kenaikan permukaan air laut bagi daerah pesisir, serta implikasi perubahan iklim dengan ketahanan pangan.

Tentu saja, ada berbagai macam kemungkinan dari perkembangan situasi ini.  Salah satunya, -jika kita mau berpikir negatif, adalah bahwa negosiasi iklim akan semakin rumit lantaran dibahas di berbagai forum dan kerangka yang berbeda-beda.  Namun demikian, media ini berpendapat bahwa langkah yang diambil oleh Dewan Keamanan ini sangat tepat sebagai usaha untuk meningkatkan pemahaman akan gentingnya situasi, serta menjadi katalis bagi pembahasan iklim yang sejauh ini masih dirasa lambat.

 

KREDIT FOTO: Gambar diambil dari sini

468 ad