Perubahan Iklim Lambungkan Harga Pangan Dunia
Informasi yang dirilis Green Radio menyatakan bahwa harga pangan dunia diprediksi meningkat lebih dari dua kali lipat dalam 20 tahun mendatang. Menurut laporan yang dikeluarkan LSM Oxfam pada tahun 2030 harga pangan utama akan naik antara 120 hingga 180 persen. Setengah dari kenaikan itu disebabkan perubahan iklim. Dalam laporannya Oxfam juga merilis empat wilayah yang sudah mengalami krisis pangan. Oxfam mendesak pemimpin dunia memperbaiki regulasi pangan dan menyediakan dana untuk perubahan iklim.
Di Guatemala, 856 ribu orang terancam krisis pangan yang terjadi karena kurangnya bantuan pemerintah untuk petani kecil. Akibatnya, mereka sangat bergantung pada makanan impor. Di kawasan Afrika Timur, delapan juta orang mengalami kekurangan pangan kronis karena kekeringan.
Warga India harus membayar dua kali lipat untuk bisa membeli susu dan beras dibandingkan penduduk Inggris. Di Azerbaijan, produksi gandum turun hingga 33 persen tahun lalu akibat cuaca buruk. Kondisi ini memaksa pemerintah mengimpor bahan pangan dari Rusia dan Kazakhstan. Tak cuma itu, harga pangan telah naik hingga 20 persen pada Desember 2010 dibanding bulan yang sama tahun 2009.
Bank Dunia telah mengingatkan bahwa meningkatnya harga pangan akan mendorong jutaan orang ke jurang kemiskinan yang sangat parah. Pada bulan April, harga pangan naik 36 persen dibanding tahun lalu. Kondisi ini memicu kerusuhan di Timur Tengah dan Afrika Utara.
Gambar diambil dari sini.


