Papua Kini Ramah Lingkungan

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan memasang pembangkit listrik tenaga surya di 13 ibukota kabupaten di Papua yang belum terjamah aliran listrik. Sebelumnya, hampir 60 persen penduduk Papua dan Papua Barat belum menikmati aliran listrik karena jaringan distribusi belum bisa menjangkau semua daerah.

Menurut General Manajer PT PLN Wilayah Papua, Ferdinand Siahaan, pemasangan listrik tenaga matahari tersebut ditargetkan akan selesai pada akhir tahun dengan anggaran yang mencapai 400 miliar rupiah.

“Pembangunan tenaga surya itu cukup besar. Untuk investasinya cukup besar. Perkiraan untuk panel surya itu sekitar 400 miliar. Dan untuk perluasan perlu 200 miliar,” papar Ferdinand, seperti dilansir Green Radio.

Tak hanya menetapkan target pemasangan listrik, pemerintah provinsi Papua menggandeng Swedia untuk pembangunan bandar udara Sentani yang ramah lingkungan. Gubernur Papua, Barnabas Suebu mengatakan, kerja sama pembangunan bandara ramah lingkungan tersebut bertujuan untuk mengurangi emisi karbon.

“Hal-hal yang menyangkut lingkungan hidup dan ekonomi yang bisa bertumbuh tanpa mengorbankan lingkungan. Dan mereka punya teknologi untuk itu, mereka sudah membangun airport Stockholm, satu-satunya airport di dunia yang ramah lingkungan. Untuk itu kita bisa kerja sama untuk airport kita di Sentani,” jelas Suebu.

 

Gambar diambil dari sini.

468 ad