Perubahan Iklim Picu Kelaparan Hebat

Harga pangan dunia diperkirakan akan meningkat hingga 180 persen pada 2030. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan akibat perubahan iklim dan kenaikan harga minyak dunia. Riset yang dilakukan Oxfam mengungkapkan bahwa dengan harga pangan yang meningkat, diperkirakan akan ada sembilan miliar warga dunia yang menderita kelaparan pada 2030.

“Sekarang, sebagian besar warga yang kelaparan berada di wilayah Asia Pasifik dengan jumlah mencapai 578 juta orang, sedangkan di negara maju ada 19 juta orang,” papar Manajer Kebijakan, Advokasi, dan Kampanye Oxfam, Roysepta Abimanyu, seperti dikutip Tempo Interaktif.

Menurut Roysepta, 50 persen jumlah orang lapar di dunia adalah keluarga petani yang notabene merupakan produsen pangan. Sebanyak 20 persen kelaparan diderita masyarakat urban, 10 persen lainnya dialami keluarga peternak, dan 20 persen sisanya dialami oleh petani non-pangan. Sebuah kenyataan yang ironis.

Koordinator Aliansi untuk Desa Sejahtera, Tejo Wahyu Jatmiko menyatakan bahwa sejauh ini pemerintah lebih banyak menyiasati kerawanan pangan dengan impor. Sebagai contoh, impor beras mencapai 2 juta ton setiap tahun. “Anggaran yang diberikan pemerintah untuk sektor ketahanan pangan juga hanya Rp 18 triliun pada tahun ini. Jumlah ini jauh lebih rendah dibanding anggaran untuk subsidi BBM yang hampir Rp 100 triliun dan sektor listrik sekitar Rp 30 triliun,” pungkas Tejo.

 

Gambar diambil dari sini.

468 ad