BMKG: Kemarau di Indonesia Akan Alami Kemunduran

Berdasarkan pengamatan kondisi atmosfer dan kelautan selama satu tahun terakhir di wilayah Indonesia, Samudra Hindia, serta Pasifik, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyimpulkan bahwa musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami kemunduran selama 20-40 hari.

Di wilayah barat Pulau Sumbawa yang seharusnya memasuki musim kemarau sejak pertengahan dan akhir April lalu ternyata masih ada hujan lebat yang menyebabkan banjir bandang pada awal Mei ini. Penduduk sejumlah daerah di Jawa Barat, seperti Garut yang baru dilanda longsor, dan daerah lain dengan risiko tinggi longsor masih perlu sangat berhati-hati, dan kemarau di bagian selatan Jawa Barat diperkirakan baru akan dimulai pada akhir Juni.

“Normalnya awal kemarau di Jawa terjadi bulan April. Kemarau tahun ini akan datang awal Juni,” papar Kepala Pusat Iklim, Agroklimat, dan Iklim Maritim BMKG Nurhayati, seperti dilansir Kompas.

Kemunduran kemarau berdampak negatif bagi produksi garam dan perkebunan tebu. Cuaca ekstrim yang ditambah kian buruknya kualitas lingkungan membuat berbagai bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang dan longsor makin sering terjadi. Buruknya kualitas lingkungan ditandai oleh maraknya penggundulan hutan, penyalahgunaan tata ruang, buruknya pengelolaan daerah aliran sungai, hingga pendangkalan sungai.

 

Gambar diambil dari sini.

468 ad