Perubahan Iklim Sebabkan Suhu Terpanas
Belakangan ini, cuaca ekstrim melanda sebagian wilayah Indonesia. Bahkan, cuaca di sebagian wilayah di Indonesia seperti Medan mencapai 36,3 derajat Celcius.
“Cuaca ekstrim disebabkan pergerakan suhu matahari yang berada di belahan bumi utara, sehingga pemanasan sangat efektif,” ujar Hartanto, Kasi Data dan Informasi BMKG Polonia Medan. Menurutnya, kondisi ini diperparah embusan angin pada lapisan atas mempunyai kecenderungan pola menyebar sehingga pembentukan awan menjadi sangat sulit dan sinar matahari langsung memanggang bumi.
Hartanto menambahkan, cuaca panas ini merupakan siklus tahunan. Namun, suhu yang mencapai 36,3 derajat Celcius telah bergeser. “Karena biasanya suhu maksimun berkisar 34,1 hingga 35,8 derajar Celcius,” jelasnya, seperti dikutip Viva News.
United Nations World Meteorological Organization (UNWMO), lembaga khusus PBB yang bertugas untuk memantau cuaca dan iklim melaporkan, pada pekan ini, suhu terpanas di Bumi sempat mencapai 46 derajat Celcius. Adapun suhu terdingin mencapai minus 69,1 derajat. Temperatur tertinggi pekan ini yang mencapai 114,8 derajat Fahrenheit atau 46 derajat Celcius terjadi di Birni-N’Konni, Nigeria. Suhu terdingin, yakni mencapai minus 92,4 derajat Fahrenheit atau minus 69,1 derajat Celcius, terjadi di Amundsen-Scott, stasiun pemantau di Kutub Selatan.
Gambar diambil dari sini.


