Petani Perlu Informasi untuk Hadapi Perubahan Iklim
Pemahaman dan pengetahuan mengenai dampak perubahan iklim yang diperoleh sebagian petani di Indonesia memungkinkan petani dapat beradaptasi terhadap perubahan cuaca, demikian informasi yang dilansir KBR68H. Kepala Balai Klimatologi dan Hidrologi Pusat, Prihasto Seyanto, mengatakan, upaya untuk mendorong petani agar paham terhadap perubahan itu dilakukan melalui program sekolah lapang iklim.
“Petani kan tidak punya kemampuan untuk menentukan apakah mereka akan menanam padi – padi – palawija. Kalau melihat iklim, oh kalau iklimnya akan berubah seperti ini dia dapat memutuskan pola tanamnya tidak padi – padi – palawija, tapi padi – palawija – palawija. Jadi diubah pola tanamnya. Hal ini sebetulnya sudah banyak dilakukan, contohnya di Kabupaten Blora dan Kabupaten Grobogan,” tutur Prihasto.
Lebih lanjut, Prihasto mengungkapkan bahwa sebenarnya petani sudah memiliki kemampuan untuk membaca perubahan iklim. Namun mereka perlu mendapatkan informasi soal pola bercocok tanam saat terjadi perubahan ekstrim sepertinya sekarang.
Gambar diambil dari sini.


