UNFCCC Dinilai Tak Serius Bahas Penanganan Perubahan Iklim

unfccc

Teguh Surya, Kepala Departemen Hubungan Internasional dan Keadilan Iklim Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) baru-baru ini menghadiri konferensi iklim bertajuk United Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) yang diselenggarakan 3-8 April 2011 di Bangkok, Thailand.

Menurut Teguh, pertemuan tersebut hanya membawa satu kabar baik dan banyak kabar buruk. Salah satu kabar buruk adalah semakin berkurangnya komitmen negara maju untuk menangani masalah perubahan iklim.

“Komitmen negara berkembang makin kuat, tetapi pada saat yang sama, komitmen negara maju justru semakin menurun,” tutur Teguh, seperti dikutip Kompas.

Beberapa negara maju, di antaranya negara-negara Eropa, mengatakan mustahil untuk memenuhi permintaan pengurangan emisi dan pendanaan. Alasan yang dipakai adalah adanya krisis dan bencana yang dialami, seperti banjir di Selandia Baru dan suhu dingin ekstrem di Eropa. Delegasi Jepang mengatakan menyerah. Terdapat kemungkinan Jepang akan keluar dari penggunaan teknologi nuklir sebagai dampak dari bencana nuklir di Fukushima dan beralih kembali ke bahan bakar fosil.

Teguh menganggap bahwa pertemuan UNFCCC di Bangkok belum serius membahas upaya penanganan perubahan iklim. Sementara itu, di tengah negara seperti Filipina yang berani tegas, Indonesia dinilai belum bisa bertindak banyak.

Gambar diambil dari sini.

468 ad