Potensi BUMN dalam Perdagangan Karbon

bumn

Fakta mengenai total cadangan karbon yang dikelola oleh 21 BUMN kehutanan dan perkebunan di Indonesia yang mencapai 774,185 juta ton karbon membuat BUMN memiliki potensi sangat besar untuk menjadi penggerak utama bisnis karbon di Indonesia. Potensi ini dapat diikutsertakan dalam perdagangan karbon apabila mekanismenya siap diimplementasikan.

“Perdagangan karbon bisa menjadi salah satu implementasi Rencana Strategis Nasional REDD+ sesuai komitmen pemerintah mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 26% sampai 2020,” ungkap Deputi Bidang Usaha Primer Kementerian BUMN Megananda Daryono, seperti dilansir Media Indonesia.

Megananda menambahkan, cadangan karbon itu mencakup pengelolaan hutan alam, hutan tanaman industri (HTI), hutan rakyat, maupun hutan produksi. Untuk BUMN perkebunan sendiri, potensi cadangan karbon kelolaan sebesar 129,9 juta ton. Jumlah ini terdiri atas 178 ribu hektare kebun karet dengan potensi 30,62 juta ton karbon dan 795 ribu ha kebun kelapa sawit 99,375 juta ton karbon.

Perdagangan karbon merupakan bisnis jasa lingkungan yang dilakukan dengan mengurangi emisi karbon sebagai salah satu cara mitigasi perubahan iklim. Pengurangan emisi bisa dilakukan dengan cara mengonversi energi dengan emisi karbon rendah atau mengurangi penebangan hutan tropis yang berfungsi sebagai penyerap emisi karbon.

Gambar diambil dari sini.

468 ad