Dampak Perubahan Iklim Terhadap Angka Kemiskinan
Skenario terburuk yang disampaikan Handoko, dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) terkait dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian dan peningkatan angka kemiskinan di Indonesia adalah perubahan iklim membuat produktivitas pertanian menurun sehingga pendapatan petani semakin kecil, sedangkan dua pertiga warga miskin di Indonesia berada di pedesaan dan mengandalkan hidupnya dari pertanian.
“Sekarang yang jelas lahannya petani tidak sampai setengah hektar. Kalau produktivitas enggak sampai, berapa yang yang dia dapatkan, dia terima? Beda dengan petani Australia yang lahannya ribuan hektar,” ungkap Handoko seperti yang dilansir Kompas.
Kondisi petani Indonesia terbilang memprihatinkan sementara kondisi iklim saat ini menunjukkan tanda-tanda perubahan iklim. Akibat perubahan iklim, waktu tanam bergeser dan saat ini petani hanya dapat memanen satu kali. Tak hanya itu, berdasarkan keterangan yang diberikan Handoko, turunnya produktivitas pertanian akibat perubahan iklim dapat berakibat fatal dalam skala nasional.
Masih menurut Handoko, untuk mencegah hal tersebut diperlukan upaya bersama dalam mengatasi ketahanan pangan jangka panjang. Antara lain dengan diversifikasi pangan, peningkatan luas areal pertanian, peningkatan produktivitas, perencanaan waktu dan pola tanam, intensifikasi dan konservasi lahan serta air, dan peningkatan pemahaman petani tentang iklim melalui pendidikan.
Gambar diambil dari sini.


