Figueres: Komitmen Pengurangan Emisi Perlu Diperdalam

Figueres

Kesepakatan yang diraih di konferensi iklim Cancun untuk menolong negara-negara miskin beradaptasi dengan perubahan iklim jauh melampaui harapan, namun hasil konferensi ini memerlukan tindak lanjut, demikian yang disampaikan pejabat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa Christina Figueres. Ia berkata setiap negara—khususnya negara-negara industri—perlu memperdalam komitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mendirikan lembaga keuangan untuk menolong negara-negara berkembang menghadapi pemanasan global.

Komitmen pengurangan emisi yang tercapai sejauh ini hanya 60 persen dari yang dibutuhkan untuk memperoleh peluang terjaganya temperatur Bumi—agar suhu tidak naik melebihi 2 derajat Celcius. Kenaikan suhu yang melebihi 2 derajat dapat mengakibatkan perubahan drastis dalam aspek pertanian, ketinggian permukaan laut, ketersediaan air, kesehatan manusia dan keberlangsungan hidup banyak mahkluk.

Figueres berkata bahwa kesepakatan yang terjadi di Cancun jauh melebihi perkiraan banyak pihak, namun tetap belum mencukupi. “Apa yang terjadi di Cancun merupakan sebuah langkah besar yang melampaui perkiraan banyak orang,” ujar Figueres. “Para pemerintah menemukan kembali kepercayaan terhadap satu sama lain, namun untuk benar-benar meraih keberhasilan mereka perlu melanjutkan apa yang telah mereka setujui dengan penuh tekad.”

Todd Stern, pemimpin delegasi Amerika Serikat dalam konferensi iklim Cancun menjelaskan bahwa dari perspektif negaranya, pencapaian terbesar dari konferensi tersebut adalah bersatunya negara-negara, termasuk Cina, India, Brazil dan negara-negara lain dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat untuk berkomitmen mengatasi perubahan iklim dan menyusun kerangka sistem pelaporan dan verifikasi untuk memastikan komitmen-komitmen tersebut benar-benar terpenuhi.

Gambar diambil dari sini.

468 ad