Studi Banding Satgas REDD+ di Brasil
Satuan tugas (satgas) persiapan pembentukan lembaga penurunan emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (Reducing Emissions from Deforestation and Degradation/REDD+) saat ini sedang melakukan studi banding ke Brasil, demikian berita yang dilansir Media Indonesia.
Studi banding yang bertujuan mempelajari aspek-aspek kelembagaan pengurangan emisi—mulai dari program sampai organisasi keuangan—tersebut langsung dipimpin oleh Ketua Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), Kuntoro Mangkusubroto.
Satgas bertanggung jawab untuk membentuk lembaga dan strategi REDD+ secara nasional, juga merancang instrumen pendanaan untuk seluruh kegiatan REDD+ di Indonesia. Kerja sama Indonesia dan Norwegia di bidang pengurangan emisi dan resforestasi menjadi model kerja sama internasional, di mana negara donor akan memberikan kontribusi berdasarkan hasil yang dicapai, dan bukan dalam bentuk hibah atau pinjaman.
Menhut Zulkifli Hasan menegaskan, dalam kunjungan ke Brasil, satgas akan mempelajari aspek-aspek yang terbaik dan sesuai dengan kondisi Indonesia. Hasil studi banding tersebut akan dijadikan acuan Kementerian Kehutanan dalam melaksanakan proyek-proyek percontohan yang ditetapkan di lima provinsi, di antaranya Papua, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Riau.
Gambar diambil dari sini.


