Pemerintah Rencanakan Komisi Khusus REDD

Deforestasi sebagian disebabkan karena pembalakan liar

Deforestasi sebagian disebabkan karena pembalakan liar

Sebagai bagian dari kesepakatan pengurangan deforestasi antara Indonesia dan Norwegia, pemerintah belum lama berselang mengumumkan rencana untuk membentuk suatu komite khusus untuk menangani masalah REDD.  Komite ini akan bekerja dan melapor langsung ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengkoordinasikan usaha-usaha implementasi REDD di Indonesia.

Kesepakatan dengan Norwegia mensyaratkan Indonesia untuk menyetop pengeluaran ijin baru untuk eksploitasi hutan alam dan lahan gambut dalam periode 2011 sampai 2012.  Sebagai imbalannya, Indonesia akan mendapatkan insentif finansial dari Norwegia berdasarkan jumlah total emisi yang terhindarkan dengan melakukan pengurangan deforestasi tersebut.

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan bahwa pembentukan komite ini dapat mengambil alih sebagian otoritas yang dimiliki kementeriannnya, namun juga akan membantu badan yang dipimpinnya untuk memfokuskan diri dalam tugas utama untuk mengelola aset-aset kehutanan.

Sebelum era kesepakatan dengan Norwegia, Kementerian Kehutanan menjadi sendi utama dalam masalah REDD, termasuk partisipasi dalam perundingan internasional.  Selain itu, kementerian juga telah membentuk kelompok kerja REDD serta mengeluarkan beberapa peraturan tentang REDD.

Sementara itu, tak semua pihak memandang masalah ini sebagai perkembangan yang baik.  Agus Setyarso, praktisi bidang kehutanan, menyoroti bahwa hal ini akan menciptakan kebingungan lantaran otoritas yang saling bertumpang-tindih.  Menurutnya, hal yang sama terjadi sewaktu pembentukan DNPI yang mengambilalih masalah perubahan iklim, kendati UU Lingkungan 2009 yang menyatakan bahwa perubahan iklim harus diurusi oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Media ini memandang bahwa kekhawatiran tersebut memang masuk akal.  Namun dengan menggunakan kasus DNPI sebagai contoh, pada akhirnya terbukti bahwa kebingungan yang terjadi dapat lambat-laun diatasi.  Pula, pembentukan badan khusus akan sangat banyak membantu upaya koordinasi mengenai masalah terkait, -dalam hal ini tentang REDD.

Selamat bekerja!

KREDIT FOTO: Sutton-Hibbert/Rex Features – Guardian

468 ad