Produksi Pangan yang Efisien Bantu Kurangi Emisi Karbon
Menurut sebuah studi yang baru-baru ini dilakukan oleh para peneliti di Stanford University, produksi pangan yang efisien merupakan cara terbaik untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Studi ini menemukan bahwa hasil panen yang meningkat secara besar-besaran sejak tahun 1961 juga menghasilkan pengurangan emisi gas rumah kaca dalam skala besar, yaitu 590 juta ton karbondioksida.
Karbondioksida datang dari tanah yang digunakan dalam kegiatan produksi pertanian. Semakin luas tanah yang digunakan, semakin banyak pula tanah yang dibajak, banyak hutan yang ditebang dan banyak karbondioksida yang terlepas ke udara.
The National Resources Defense Council, kelompok advokasi lingkungan terkemuka, mengakui manfaat dari hasil penelitian tersebut, tetapi juga memperingatkan bahwa dampak lingkungan lainnya yang ditimbulkan oleh pertanian tidak boleh diabaikan.
“Sering kali, apa yang baik bagi iklim juga baik untuk tanah, daerah aliran sungai dan udara. Tapi kita tidak bisa dan tidak boleh berfokus pada pengurangan emisi gas rumah kaca belaka. Praktek pertanian yang diterapkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca harus berjalan beriringan dengan perlindungan untuk mencegah dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat,” kata Sasha Lyutse, juru bicara Dewan.

