Peristiwa Alam Yakinkan Manusia Akan Perubahan Iklim
Cuaca musim panas yang ekstrim dapat menjadi tanda bahwa perubahan iklim yang berpotensi mematikan tengah berlangsung, demikian keterangan yang diberikan oleh para ilmuwan, yang dikutip The New York Times. Para ahli ragu untuk menyalahkan pemanasan global atas beberapa peristiwa alam yang terjadi, seperti gelombang panas di Amerika Serikat, kebakaran di Rusia atau banjir di Pakistan, namun mereka mengatakan bahwa bencana-bencana tersebut merupakan dampak dari dunia yang semakin panas.
Orang-orang yang skeptis terhadap perubahan iklim telah mengejek mereka yang khawatir terhadap dampak pemanasan global, namun ejekan itu berangsur-angsur menyurut. Bencana di Rusia dan Pakistan barangkali tidak dipicu oleh pemanasan global, namun peristiwa-peristiwa alam ini merupakan akibat dari kenaikan temperatur yang dapat menjadi lebih buruk di masa depan. Bencana adalah apa yang akan terjadi jika emisi karbon terus-menerus ‘dipompakan’ ke atmosfir Bumi.
“Dulu saya adalah orang yang skeptis terhadap perubahan iklim,” ujar Michael Hanlon, seperti yang dikutip oleh Daily Mail, “namun pandangan saya dalam beberapa tahun terakhir telah berubah.” Peristiwa-peristiwa alam yang semakin kerap terjadi—terutama menyusutnya es secara masif di Kutub Utara—merupakan bukti yang tidak terbantahkan dari perubahan iklim.
—–
Gambar diambil dari: http://topnews.in/usa/files/Climate-Change.jpg

