Benarkah 2010 Tahun Terpanas dalam Sejarah?

Berdasarkan sebuah analisis yang diterbitkan oleh U. S. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), suhu daratan dan lautan untuk periode Januari-Juni adalah yang terpanas sejak pencatatan yang dimulai pada tahun 1880. Suhu rata-rata untuk paruh pertama tahun 2010 adalah 57,5 derajat Fahrenheit (14,2 derajat Celcius)—sekitar 1,2 derajat Fahrenheit (0,7 derajat Celcius) di atas suhu rata-rata abad kedua puluh.
Namun pernyataan ini dibantah oleh Derek Arndt, yang saat ini menjabat sebagai pimpinan Climate Monitoring Branch dari NOAA’s National Climatic Data Center. “Terlalu dini untuk meramal dan mengatakan bahwa 2010 adalah tahun terpanas yang pernah tercatat dalam sejarah—predikat yang sampai saat ini masih dipegang oleh tahun 2005. Tapi, hampir dapat dipastikan tahun 2010 setidaknya menempati posisi ketiga atau keempat dalam rekor tahun terpanas, ” ujar Arndt.
Sebagian alasan yang menyebabkan tahun 2010 tidak menjadi tahun terpanas adalah interaksi dari dua fenomena iklim yang kuat, El Niño dan La Niña. El Niño merupakan pemanasan perairan tropis di Samudera Pasifik tengah dan timur. Setiap tiga sampai tujuh tahun, El Niño hadir silih berganti dengan La Niña, yakni fenomena alam berupa pendinginan wilayah Pasifik tropis bagian timur.
