Dewan Eksekutif Tolak 22 Proyek CDM
Dewan Eksekutif PBB urusan mekanisme pembangunan bersih (CDM) yang lebih dikenal dengan nama Executive Board (EB), menolak 22 proyek CDM, yang 19 di antaranya adalah skema energi terbarukan milik Cina. 18 dari proyek tersebut ditolak setelah menyerahkan revisi terakhir yang diminta oleh dewan pada pertemuan sebelumnya.
Jika disetujui, proyek-proyek tersebut direncanakan untuk menghasilkan sejumlah 12,5 juta kredit karbon pada tahun 2012. Penolakan yang terjadi pada pertemuan Dewan ke-55 di Bonn minggu lalu ini, merupakan kemunduran tersendiri bagi para pembeli yang tercatat pada proyek-proyek tersebut. Para pembeli potensial kredit karbon dari proyek-proyek yang gagal disahkan tersebut mencakup pemerintah Austria, Bank Credit Suisse, perusahaan Belanda Essent, konglomerat Jepang Mitsubishi, serta perusahaan listrik Jepang J-Power.
Penolakan proyek energi terbarukan Cina, sementara itu, adalah kulminasi dari perdebatan sepanjang 15 bulan antara Dewan dan para investor dari proyek-proyek tersebut. Dewan menolak sebagian besar dari skema milik Cina ini setelah menemukan bahwa mereka tak bisa membuktikan konsep additionality. Dengan kata lain, penurunan emisi karbon tersebut dianggap oleh Dewan akan tetap terjadi bahkan jika tak ada pendanaan pihak luar.
Dari 22 proyek yang ditolak, proyek berskala terbesar yang ditolak adalah sebuah stasiun batubara super-kritikal berkapasitas 4.000 MW di Gujarat, India. Mekanisme yang dibangun oleh Coastal Gujarat Power ini diharapkan untuk menghasilkan 3,8 juta kredit karbon pada 2013. Jumlah ini adalah senilai 45 juta Euro pada harga CER sekunder dewasa ini. Sebelumnya, proyek ini menemui resistensi dari kelompok pelobi lingkungan CDM Watch yang menolak pengesahannya, karena klaim bahwa proyek tersebut tak menawarkan reduksi emisi yang riil.
Sebaliknya, proyek CDM terbesar yang disetujui adalah proyek efisiensi energi milik Huaneng Nanjing Jinling Power Generation, yang berpotensi menghasilkan 3,1 juta CER pada akhir tahun 2012. Sebagian dari nama-nama besar yang tercatat berpartisipasi di proyek ini adalah Credit Suisse, Green Capital Consulting dan Gaisi Peony Capital.
- Gambar diambil dari sini

