PBB: Perlu Diet Global untuk Tanggulangi Perubahan Iklim

meat-loaf-ck-393434-l

Dengan populasi global yang diperkirakan meningkat hingga 50 persen dan mencapai 10 miliar orang pada tahun 2050, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan bahwa dibutuhkan perubahan dalam pola konsumsi untuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat. Manusia harus mengubah pola makan secara radikal, karena untuk memberi makan hewan ternak dibutuhkan lebih dari setengah hasil panen dunia—sesuatu yang sangat perlu dikurangi demi memenuhi kebutuhan manusia akan makanan dan menurunkan dampak negatif terhadap lingkungan hidup.

Pertanian bertanggungjawab atas 70 persen konsumsi air tawar di seluruh dunia dan 38 persen total penggunaan lahan, serta merupakan penghasil emisi gas rumah kaca terbesar. Penelitian tersebut mengindentifikasi pertanian sebagai aspek yang perlu mendapatkan prioritas ‘perubahan transformasional’, sebagaimana penggunaan bahan bakar minyak serta produksi dan pemakaian material seperti besi, baja, alumunium dan plastik.

“Peningkatan kekayaan telah memicu pergeseran diet daging dan produk susu – hewan ternak kini mengonsumsi hasil panen dalam jumlah besar, belum lagi persediaan air segar, pupuk dan pestisida yang berkaitan secara langsung dengan produksi bahan pangan,” ujar ilmuwan Jerman Ernst von Weizsaecker dari International Panel for Sustainable Resource Management.

Lebih lanjut, laporan yang dikeluarkan oleh United Nations Environment Program mengungkapkan bahwa pengurangan dampak negatif yang substansial hanya dapat diraih melalui perubahan pola konsumsi dalam skala global yang menjauhi produk-produk hewani.

—–

Gambar diambil dari: http://img.timeinc.net/recipes/i/recipes/ck/00/08/meat-loaf-ck-393434-l.jpg

468 ad