Greenomics Nilai Pernyataan Pemerintah Tidak Akurat
Kelompok pemerhati lingkungan, Greenomics Indonesia, mengkritik pernyataan dari perwakilan pemerintah bahwa penebangan ilegal di Indonesia telah mengalami penurunan sebanyak 75 persen. Vanda Mutia Dewi, koordinator nasional Greenomics Indonesia, berkata bahwa Greenomics secara tegas mengkritik data yang dikeluarkan dan departemen kehutanan telah mengakui bahwa data tersebut dibuat hanya berdasarkan kasus penebangan ilegal yang tercatat.
Vanda berkata bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak mempercayai pernyataan yang diberikan oleh Rachmat Witoelar tersebut. Menurutnya, Rachmat perlu menjelaskan pada masa apa penurunan tersebut terjadi, dan berapa kubik meter kayu yang diselamatkan dari aktivitas penebangan ilegal. Ia juga menambahkan bahwa Rachmat seharusnya tidak hanya mengacu pada kasus penebangan ilegal yang telah melewati proses peradilan, karena ada banyak kasus penebangan ilegal yang dibiarkan merajalela dan tidak sampai di meja hijau.
Rachmat Witoelar memberikan pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara dengan koresponden ANTARA News di London baru-baru ini pada seminar yang diadakan di The Royal Society. Pernyataan ini dinilai dapat menimbulkan kesalahpahaman internasional, karena hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa penebangan gelap masih merajalela di Indonesia, dari Aceh hingga Papua, termasuk di taman-taman nasional dan hutan-hutan yang dilindungi.
—–
Gambar diambil dari: http://www.cosmosmagazine.com/files/imagecache/news/files/20070511_deforestation.jpg

