Pemanasan Global: Musuh Terbesar Kota di Kenya

Jul 15, 10 Pemanasan Global: Musuh Terbesar Kota di Kenya

kenya

Kota terbesar kedua di Kenya kini sedang menghadapi kesulitan yang sukar diatasi: pemanasan global. Berdasarkan sebuah laporan yang dirilis tahun lalu, kenaikan permukaan laut yang disebabkan oleh pemanasan global berpotensi menyapu bersih jalan-jalan kota tersebut dalam kurun waktu 20 tahun.

Garam akan mencemari sumber air kota tersebut, membuatnya tidak dapat diminum, sementara kelebihan kadar garam dalam tanah akan merusakkan sektor agrikultural. Pantai, monumen-monumen kultural dan bersejarah seperti Fort Jesus, hotel-hotel pantai, industri, dan pemukiman manusia juga tidak luput dari dampak negatif peningkatan permukaan laut.

Richard Leakey, pelestari lingkungan dan arkeologis Kenya, menyatakan bahwa perubahan iklim telah menyebabkan permukaan air di danau dan sungai mengalami peningkatan ratusan kaki lebih tinggi dibandingkan dengan 5000 tahun lalu.

Dalam 50 tahun ke depan, populasi dunia akan bertambah menjadi 10-12 miliar orang. Jika Bangladesh dengan populasi penduduk sebesar 50 juta orang berpotensi musnah tenggelam dan menjadi negeri yang terabaikan, tidak sukar untuk memprediksi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan menghadapi bencana yang sama.

—–

Gambar diambil dari: http://www.alsintl.com/images/maps/kenya.gif