Amerika Diprediksi Alami Lebih Banyak Gelombang Panas

HEAT_WAVE_072605

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di Stanford University memperingatkan bahwa target yang ditetapkan oleh para pembuat kebijakan untuk memperlambat pemanasan global terlalu lunak untuk mencegah gelombang panas dan temperatur ekstrim di Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir. Sekalipun Amerika dan 100 negara lainnya telah setuju untuk mengambil tindakan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca untuk menahan peningkatan temperatur global di bawah 2 derajat Celcius, hal ini tidaklah mencukupi.

“Dalam 30 tahun ke depan kita akan melihat peningkatan dalam gelombang panas seperti yang tengah terjadi di bagian timur Amerika Serikat, atau seperti yang melanda Eropa pada tahun 2003 yang menyebabkan puluhan ribu kematian,” jelas Diffenbaugh, pemimpin penelitian tersebut. “Peristiwa panas ini menyebabkan tekanan besar dan pengurangan signifikan dalam hasil panen utama seperti jagung, kedelai, kapas dan anggur.”

Diffenbaugh menggunakan dua lusin model untuk memproyeksikan apa yang dapat terjadi di Amerika Serikat apabila emisi karbon menyebabkan temperatur meningkat sebesar 1 derajat Celcius di antara tahun 2010 dan 2039. Jika hal ini terwujud, temperatur global dalam 30 tahun mendatang akan menjadi 2 derajat lebih panas dibandingkan dengan temperatur pada era pra industri di tahun 1850-an.

Dampak pertama dari peristiwa ini dapat dirasakan selama 10 tahun ke depan di Amerika Serikat. Seiring dengan meningkatnya temperatur, akan terjadi penurunan dalam pengendapan dan kelembaban tanah yang dapat memimpin kepada kondisi yang menyerupai kekeringan di beberapa daerah di Amerika, yang berpotensi membahayakan hasil panen dan meningkatkan jumlah kebakaran.

—–

Gambar diambil dari: http://severe-wx.pbworks.com/f/1229127828/HEAT_WAVE_072605.jpg

468 ad