Kajian WWF: Pembangunan Rendah Karbon di Sektor Energi
Kajian dan diskusi yang baru-baru ini diselenggarakan oleh WWF Indonesia berawal dari hasil laporan yang dikeluarkan WWF dua tahun lalu. Laporan dan kajian yang berskala global tersebut perlu diterapkan pada tingkat regional dan diharapkan dapat memberi gambaran mengenai pengimplementasian target yang telah ditetapkan pemerintah melalui berbagai sektor di dalam negeri, di antaranya sektor tenaga listrik, transportasi dan industri.
Dalam kajian dan presentasi yang disampaikan oleh perwakilan Departemen Energi, diperkirakan penggunaan energi dan produksi emisi Indonesia akan meningkat secara drastis pada tahun 2020. Ironisnya, sejauh ini Indonesia hanya memiliki pembangkit listrik berkekuatan kurang dari 30GW. Dengan kata lain, lebih dari 100 juta rakyat Indonesia belum menikmati listrik. Di sisi lain, pengembangan energi daur ulang di Indonesia berjalan dengan sangat lambat. Untuk mengatasi persoalan ini, Indonesia perlu merancang ulang penggunaan energi listriknya.
Salah satu solusi untuk memecahkan masalah energi ini adalah melalui Diversifikasi dan Konservasi. Diversifikasi menekankan penggunaan bahan bakar alternatif selain bahan bakar minyak, sedangkan konservasi erat kaitannya dengan efisiensi energi. Kedua hal ini memiliki tujuan yang sama: menciptakan alternatif sumber energi rendah karbon.
Implementasi kebijakan energi membutuhkan usaha dan biaya yang tidak sedikit. Karenanya, mengetahui cara menggunakan energi yang benar adalah sesuatu yang sangat penting dan pemerintah perlu mendukung usaha ini. Satu hal yang tak kalah pentingnya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup rendah emisi. Memperkuat ketahanan energi dan pada saat yang sama mengurangi emisi merupakan solusi yang diharapkan dapat mengatasi permasalahan energi dan emisi yang dihadapi Indonesia di masa depan.
Menanggapi kajian dari Departemen Energi, Dwi Ari Fauzi dari Indonesian Institute for Energy Economics (IIEE), menyatakan bahwa selain diversifikasi dan konservasi, hal lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah adanya kebutuhan energi di masa depan dan perlunya sekuritas energi yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut dalam situasi perekonomian yang terus berkembang. Pemenuhan kebutuhan dalam negeri perlu memperoleh perhatian khusus dari pemerintah, dan yang terpenting dari semuanya adalah implementasi dari rancangan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.
Hal senada diungkapkan oleh Saras dari Tim Nasional Penghematan Energi dan Air. Setelah bahan bakar minyak habis digunakan, diperlukan sumber energi cadangan untuk memenuhi kebutuhan yang ada. Tidak hanya itu, efisiensi energi merupakan sebuah proses yang membutuhkan waktu yang tidak sedikit ditinjau dari berbagai aspek.
Acara yang diselenggarakan dalam rangka proses diseminasi hasil kajian yang telah dilakukan oleh WWF Indonesia ini berlangsung di Hotel Park Lane di kawasan Kuningan, dan dihadiri oleh puluhan peserta yang berasal dari berbagai organisasi nirlaba dan organisasi lingkungan hidup.


0 Comments
Trackbacks/Pingbacks