Tingkatkan Kepedulian Anak Akan ‘Konsekuensi Karbon’
Sebuah sekolah di barat laut Amerika Serikat menghemat sekitar 30.000 dolar Amerika Serikat dalam biaya listrik tahunan mereka, dibandingkan dengan biaya listrik tiga tahun sebelumnya. Biaya limbah menurun sebesar 10.000 dolar dan emisi karbon menurun sebanyak 200.000 pon setiap tahun. Ini berarti sekolah tersebut telah mencapai target yang ditetapkan oleh perjanjian iklim internasional, Protokol Kyoto.
“Kami mengajarkan kepada anak-anak bahwa perubahan iklim memiliki solusi yang sederhana,” jelas Mike Town, guru ilmu lingkungan hidup di sekolah Redmond High. “Jika mereka mematikan listrik dalam ruang kelas selama satu jam, maka mereka menghemat biaya listrik yang dikeluarkan sekolah sebanyak 4 sen. Namun, ketika kami menunjukkan bahwa mereka tidak hanya menghemat uang, melainkan juga setengah pon karbon, hal tersebut menjadi jauh lebih bermakna. Tindakan yang dilakukan para murid memiliki konsekuensi karbon dan inilah yang kami coba ajarkan kepada mereka.”
Membangun “generasi ramah lingkungan” yang terdiri dari anak-anak yang tumbuh menjadi warga negara yang sadar lingkungan “membutuhkan waktu yang panjang, dan kami masih berada di tahap awal,” ujar Sean Miller dari Earth Day Network. “Kami memperkirakan perubahan generasional ini akan membutuhkan waktu 25 hingga 40 tahun.”
Banyak murid di Amerika Serikat yang baru memperoleh pendidikan mengenai lingkungan hidup saat mereka berusia 13 atau 14 tahun. Namun, hal ini akan segera berubah. Presiden Obama merancang anggaran sebesar 100 juta dolar Amerika Serikat per tahun yang akan dikucurkan sejak tahun 2011 untuk meningkatkan kepedulian akan lingkungan hidup di sekolah-sekolah di Amerika dan memperkuat pendidikan lingkungan hidup yang dimulai dari sekolah dasar.


