Tanggung Jawab Bersama namun Dibedakan (CBDR)

Di dunia internasional, konsep ini dikenal dengan nama Common but Differentiated Responsibility (CBDR). Konsep ini pertama kali diformulasikan secara eksplisit dalam konteks terkait Rio Earth Summit pada tahun 1992.

CBDR memiliki dua matriks utama. Pertama, ia mengenali tanggung jawab bersama setiap negara untuk secara bersama-sama memikul beban yang diperlukan untuk melindungi lingkungan hidup demi tujuan keberlangsungan sumber daya bagi kehidupan umat manusia. Kedua, ia juga memahami dan menerima perbedaan yang ditemui di antara setiap negara; -yaitu perbedaan situasi ekonomi sosial, kontribusi historis akan masalah pencemaran lingkungan, serta kapasitas teknologi dan struktural untuk mencari solusi bagi permasalahan global.

Secara singkat, ini berarti CBDR mengekspresikan kebutuhan untuk mengevaluasi tanggung jawab suatu negara untuk melakukan usaha mitigasi degradasi lingkungan, berdasarkan kontribusinya di masa lalu dan kapabilitasnya di masa sekarang. Dalam konteks perubahan iklim, artinya setiap negara memiliki tanggung jawab dalam tingkatan yang berbeda-beda berdasarkan evaluasi tersebut.

Contoh aplikasi CBDR yang paling nyata adalah di dalam Protokol Kyoto, di mana hanya negara-negara Annex I (negara-negara maju dan berkembang pesat) yang memiliki kewajiban melakukan reduksi emisi dalam angka tertentu. Negara-negara berkembang lainnya yang masih sering dikategorikan sebagai negara dunia ketiga, bebas dari kewajiban ini.

Dalam beberapa hal, CBDR dipandang sebagai lebih logis dibanding konsep historical responsibility yang berhenti sebatas pencemaran yang dilakukan sebuah negara di masa lalu. Ini terutama karena CBDR menerima premis bahwa semua negara harus bertanggung jawab, perbedaan yang harus dirumuskan hanyalah pada tingkatan kontribusi tanggung jawab yang harus dipikul.

468 ad