Pertumbuhan Ekonomi Rendah Karbon di Indonesia

Sistem manajemen emisi melalui regulasi semakin lama semakin ditinggalkan banyak pihak karena ketidakefektifan mereka. Kini, pengendalian emisi lebih disukai dilakukan melalui mekanisme pasar yang mengasumsikan bahwa sistem ekonomi pasar yang inovatif akan mampu memberikan daya kekang yang kuat atas pencemaran lingkungan.

Ada beberapa macam mekanisme pasar seperti ini di dunia. Beberapa di antaranya adalah pasar karbon, JI, CDM, ETS milik Uni Eropa, dan sebagainya. Khusus untuk Indonesia, yang relevan untuk dibahas adalah CDM dan REDD, karena mekanisme-mekanisme tersebut memberi ruang bagi Indonesia sebagai negara non-Annex I, untuk memotong emisinya dan sekaligus mendapatkan imbalan atas hal tersebut.

Di Indonesia, sebuah perusahaan bisa melakukan usaha pemotongan emisi, dan kemudian mendaftarkannya untuk diratifikasi sebagai suatu proyek CDM. Jika pengesahan ini didapatkan, secara teori perusahaan tadi lantas dapat memperoleh pendapatan dari penjualan kelebihan kredit emisi yang diperoleh karena usaha penurunan emisinya. Sebelum ia dapat mencapai fase tersebut, perusahaan tadi harus memperoleh sertifikasi yang diterbitkan oleh Executive Board di bawah UNFCCC, yang disebut sebagai sertifikasi penurunan emisi (Certified Emission Reduction/CER).

Sampai dengan hari ini, total CER yang diterbitkan di Indonesia mencapai 328 ribu CER. Sementara itu, potensi dari semua proyek CDM yang terdaftar di Indonesia mencapai 19,3 juta CER. Ini berarti masih banyak potensi pendapatan yang bisa didapat melalui proyek CDM di Indonesia. Belum lagi jika berbicara tentang meningkatkan jumlah proyek CDM yang bisa teratifikasi di Indonesia.

Kesimpulannya, ekonomi rendah karbon memberikan peluang pendapatan yang sangat besar. Untuk bisa memaksimalkan kesempatan itu, Indonesia harus belajar dari penerapan pasar karbon selama ini melalui mekanisme CDM.

468 ad

0 Komentar

Trackbacks/Pingbacks

  1. iklimkarbon.com » 101 » Transfer Teknologi - [...] jika Negara berkembang dapat melakukan lompatan untuk menguasai state-of-the- art dari teknologi rendah karbon, maka Negara berkembang termasuk Indonesia ...