Pengurangan Konsumsi
Mengingat sebagian besar dari energi listrik yang digunakan manusia dewasa ini masih berasal dari pembakaran bahan bakar fosil yang mengeluarkan emisi karbon, tak pelak lagi pengurangan konsumsi menjadi salah satu alternatif utama untuk menurunkan emisi gas rumah kaca global.
Pengurangan konsumsi dapat terjadi melalui dua jalur utama. Pertama, dengan mengurangi jumlah energi yang dikonsumsi melalui perubahan gaya hidup. Kedua, dengan melakukan efisiensi energi melalui inovasi teknologi.
Perubahan gaya hidup harus dilakukan secara bersama-sama agar dapat menjadi efektif. Seringkali, orang enggan melakukan reduksi konsumsi karena anggapan bahwa ini dapat mengurangi taraf kenyamanan hidup mereka. Walaupun sepintas lalu ini terlihat masuk akal, kenyataan sebenarnya tidaklah harus demikian. Pengurangan konsumsi dapat dimulai dengan melakukan hal sekecil mematikan semua alat listrik yang tidak perlu, misalnya. Jika hal ini dipahami, masyarakat akan terberdayakan untuk melakukan perubahan gaya hidup lain yang memiliki dampak positif lebih besar seperti melakukan instalasi panel tenaga surya, dan sebagainya.
Sementara itu, inovasi teknologi dengan tujuan efisiensi energi harus berjalan seiring. Permintaan suplai energi di Indonesia didominasi oleh penggunaan energi untuk perumahan, industri, serta transportasi. Model yang diluncurkan oleh BPPT memproyeksikan bahwa aktivitas industri dan transportasi akan memberi kontribusi gas rumah kaca terbesar dibanding sektor pengguna energi lainnya.
Dalam industri padat energi seperti industri kertas, pulp, kimia, semen dan baja, efisiensi energi yang tidak mahal dapat dicapai sekitar 10-20% dari penggunaan energi sekarang; dengan menggunakan teknologi yang telah banyak tersedia. Secara teoretis, efisiensi dengan tingkat lebih tinggi juga seharusnya dapat dicapai.
Ada banyak sarana teknologi untuk mencapai hal ini. Yang paling umum di antaranya adalah penggantian bahan bakar, pemulihan daya, sumber energi terbaharui, penggantian produk dan efisiensi bahan baku, serta penggunaan motor listrik. Selain itu, pengurangan konsumsi energi juga dapat dicapai dengan menerapkan hal-hal seperti audit energi, manajemen energi, serta perbaikan sistem secara berkala.


0 Komentar
Trackbacks/Pingbacks