Industri Makanan Australia Perlu Kurangi Jejak Karbon
Australian Food and Grocery Council (AFGC) menyatakan bahwa mengurangi karbon, limbah dan jejak air (water footprint) dari industri makanan Australia untuk memastikan produk yang dihasilkannya memberi efek minimum terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu diemban setiap orang–petani, pengusaha pabrik, pedagang dan konsumen–untuk memproduksi, menyediakan dan membeli produk grosir dan makanan secara berkelanjutan demi memastikan Australia memiliki suplai makanan yang bersih, aman, terjangkau, dan bergizi.
Survei independen yang dilakukan kepada 1000 pelanggan–didukung oleh AFGC dan Woolworths–baru-baru ini mendapati hanya 13 persen warga Australia yang membeli produk grosir dan makanan yang ramah lingkungan secara berkelanjutan, sekalipun 80 persen mempertimbangkan isu ramah lingkungan ketika berbelanja.
CEO AFGC, Kate Carnell, berkata bahwa perusahaan-perusahaan di bidang makanan dan grosir yang terdepan di Australia telah berkomitmen terhadap proses produksi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, dalam kaitannya dengan emisi karbon global, masalah air, dan peningkatan populasi.
AFGC bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan untuk menolong mereka melakukan pengukuran terhadap karbon, limbah dan jejak air dengan menggunakan Global Reporting Initiative (GRI) dan untuk menetapkan target pengembangan. Carnell berkata bahwa industri perlu terus bekerjasama dengan pemerintah, pedagang dan komunitas dalam skala yang lebih luas untuk memproduksi produk-produk yang aman dan sehat serta memiliki dampak minimum terhadap lingkungan hidup dan manusia.



0 Komentar
Trackbacks/Pingbacks