Cuaca

Iklim tidak hanya didefinisikan sebagai suhu rata-rata dan curah hujan, tetapi juga ditentukan oleh jenis, frekuensi dan intensitas peristiwa cuaca. Perubahan iklim yang dipicu oleh perbuatan manusia memiliki potensi untuk menimbulkan peristiwa cuaca ekstrem seperti gelombang panas, gelombang dingin, badai, banjir, dan kekeringan. Meskipun memprediksi peristiwa alam yang berkaitan dengan perubahan iklim bukan sesuatu yang mudah, memahami perubahan ini merupakan bagian yang penting dalam memperkirakan kerentanan dan dampak perubahan iklim terhadap kesehatan manusia, masyarakat dan lingkungan di masa yang akan datang.

Perubahan iklim dapat meningkatkan kemungkinan akan beberapa peristiwa cuaca yang mencapai titik ekstrim, atau beberapa peristiwa ekstrim yang menjadi lebih ekstrim. Sebagai contoh, menurut NOAA, terdapat kemungkinan bahwa gelombang panas akan menjadi lebih intens dalam beberapa dekade terakhir dalam skenario perubahan iklim saat ini.

Perubahan iklim yang tiba-tiba memiliki definisi yang spesifik dan seharusnya tidak dicampurkan dengan perubahan iklim yang terjadi perlahan-lahan atau peristiwa ekstrim yang mempengaruhi daerah yang relatif kecil. Perubahan iklim mendadak mengacu pada perubahan besar dalam beberapa komponen utama sistem iklim, yang terjadi dengan cepat dan menghasilkan dampak yang meluas. Potensi terjadinya perubahan iklim yang tiba-tiba tidak dapat diprediksi secara pasti; bagaimanapun, perubahan iklim yang tiba-tiba merupakan sesuatu yang penting untuk dipertimbangkan, karena, jika dipicu, mereka dapat terjadi dengan begitu cepat dan tak terduga, dan manusia serta sistem alam akan mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan mereka.

The National Academies of Sciences menyimpulkan bahwa desakan antropogenik dapat meningkatkan resiko perubahan iklim yang tiba-tiba. Pemanasan rumah kaca dan perubahan sistem Bumi yang disebabkan campur tangan manusia dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya peristiwa iklim skala regional atau global yang besar, mendadak, dan tidak terduga.

National Research Council menyatakan bahwa dalam iklim yang menghangat, perubahan frekuensi dan amplitudo pola iklim tidak hanya bisa berubah dengan cepat, namun juga memicu proses-proses lain yang mengakibatkan perubahan iklim secara mendadak. Contoh dari perubahan pola iklim ini meliputi El NiƱo Southern Oscillation (ENSO) dan North Atlantic Oscillation/Arctic Oscillation (NAO/OA).