Compact Fluorescent Lamp (CFL) dan Light-Emitting Diode (LED)

CFL adalah tipe lampu fluroresens hemat energi yang juga banyak dijual luas dengan istilah energy saving light. CFL banyak ditemui di pasar dalam bentuk spiral atau tubular, serta didesain untuk dapat diaplikasikan secara mudah sebagai pengganti lampu neon atau TL reguler.

Jika dibandingkan dengan lampu konvensional, CFL menggunakan jauh lebih sedikit tenaga listrik dan memiliki usia produk yang lebih panjang. Secara sederhana, inovasi utama yang dimiliki CFL adalah penggunaan kumparan (ballast) elektronik dibandingkan dengan kumparan elektromagnetik di lampu TL konvensional.

LED sejatinya adalah komponen semikonduktor yang dapat “menembakkan” cahaya. Karena cahayanya diperoleh langsung dari elektron sebuah dioda elektronik, ia memiliki keuntungan yang jauh lebih banyak daripada lampu konvensional. Ini mencakup konsumsi energi yang lebih rendah, usia produk yang lebih panjang, ukuran yang lebih kecil, serta ketahanan dan keandalan yang lebih tinggi.

Karena pencahayaan adalah sebuah sektor yang padat energi, aplikasi lampu CFL dapat dipandang sebagai suatu opsi mitigasi. Penggantian lampu konvensional menjadi CFL dapat meningkatkan efisiensi pencahayaan sampai dengan 75-80%. Ini berarti pengurangan besaran energi yang dikonsumsi secara signifikan.

Di Indonesia, CFL sudah mulai dilibatkan dalam skema pengurangan konsumsi energi melalui beberapa program yang dilangsungkan di bawah koordinasi Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (KESM) bersama dengan PLN. Beberapa program Demand Side Management (DSM) yang dimaksud antara lain adalah:

DSM Terang: Dimulai oleh PLN dan KESM dan lima produsen CFL pada tahun 2002. Tujuan utamanya adalah mengurangi beban puncak PLN melalui penggantian lampu neon konvensional dengan CFL 8 W untuk pelanggan rumahan dengan kapasitas di bawah 900 VA. Melalui program ini, PLN menjual hampir 1 juta buah CFL dengan separuh harga bagi para pelanggannya.

DSM PJU: Program ini dikoordinasi oleh KESM dan bertujuan untuk mengurangi beban puncak PLN melalui penggantian dan peningkatan efisiensi lampu-lampu jalan.

DSM Peduli: Diperkenalkan oleh PLN pada 2004 untuk menjangkau rumahtangga golongan menengah ke bawah dengan kapasitas koneksi di bawah 900 VA. Program ini berbeda dengan DSM Terang di mana PLN memberikan subsidi langsung kepada pelanggan untuk pembelian 3 buah lampu CFL.

LED sejauh ini belum dilibatkan dalam skema program resmi efisiensi energi. Ini terutama disebabkan karena masalah biaya yang masih tinggi. Kendati demikian, produk lampu LED telah dapat ditemui di pasar, dan menjadi salah satu opsi bagi mereka yangs ecara sukarela ingin melakukan pengurangan konsumsi energi listrik.

0 Comments

Trackbacks/Pingbacks

  1. iklimkarbon.com » 101 » Teknologi Mitigasi - [...] terbarukan seperti panas bumi, surya, angin, biomassa, juga teknologi efisiensi energi seperti lampu hemat energi (CFL/LED) dan lain sebagainya. ...