Kutub Utara Menghangat, Musim Dingin Lebih Bersalju

Lautan Kutub Utara

Lautan Kutub Utara

Menghangatnya iklim di Kutub Utara mempengaruhi tekanan udara dan mengubah pola pergerakan angin di planet Bumi. Dr. James Overland dari NOAA/Pacific Marine Environmental Laboratory di Amerika Serikat memprediksi bahwa musim dingin yang lebih dingin dan bersalju akan terjadi di Eropa, Asia Timur, dan Amerika Utara.

Perubahan ini tidak hanya disebabkan oleh emisi gas rumah kaca belaka, melainkan juga menghilangnya es di lautan dalam jumlah besar bersamaan dengan terjadinya perubahan pola angin yang dipicu oleh temperatur yang menghangat. Overland menghubungkan perubahan alam yang terjadi pada tahun terakhir dengan menghangatnya Kutub Utara, berdasarkan fakta bahwa suhu di Kutub Utara telah mengalami peningkatan dua kali lebih cepat dibandingkan wilayah lain di Bumi.

Opini publik terhadap perubahan iklim turut mengalami perubahan seiring dengan perubahan cuaca. Untuk setiap peningkatan suhu sebesar tiga derajat di atas temperatur rata-rata, terdapat kenaikan sejumlah satu persen dalam ‘kepercayaan’ mengenai terjadinya perubahan iklim, terutama di kalangan masyarakat yang ‘rendah informasi’. Sayangnya, hal ini juga berlaku secara berkebalikan—mendinginnya temperatur di bawah suhu rata-rata menyebabkan dukungan masyarakat ikut menurun.

468 ad

0 Komentar

Trackbacks/Pingbacks

  1. Tweets that mention iklimkarbon.com » Internasional » Kutub Utara Menghangat, Musim Dingin Lebih Bersalju -- Topsy.com - [...] This post was mentioned on Twitter by Wiena, iklimkarbon.com. iklimkarbon.com said: Kutub Utara Menghangat, Musim Dingin Lebih Bersalju http://bit.ly/93zotY ...