Nasa Selidiki Dampak Perubahan Iklim di Kutub Utara
Kampanye oseanografi NASA yang pertama akan dilakukan di lautan Kutub Utara untuk melihat lebih dekat bagaimana kondisi Kutub Utara yang berubah mempengaruhi ekosistem dan kimia laut yang memainkan peran penting dalam perubahan iklim global. Lebih dari 40 ilmuwan akan menghabiskan lima minggu di laut untuk mengambil sampel kimia, fisik, dan mempelajari karakteristik biologi lautan dan es.
“Ekosistem di lautan Kutub Utara telah berubah secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir dan berubah jauh lebih cepat serta lebih banyak dibandingkan lautan lainnya di dunia,” ujar kepala ilmuwan “Impacts of Climate on Ecosystems and Chemistry of the Arctic Pacific Environment” (ICESCAPE) Kevin Arrigo. Misi ICESCAPE adalah menyelidiki dampak perubahan iklim terhadap ekologi dan biogeokimia laut Chukchi dan Beaufort. Fokus utama mereka adalah mengetahui bagaimana perubahan iklim yang terjadi di Kutub Utara dapat mengubah kapasitas laut untuk menyerap karbon dari atmosfir.
Prediksi perubahan iklim di masa depan tergantung dari mengetahui secara rinci bagaimana siklus karbon bekerja di berbagai belahan dunia. Program ilmu bumi NASA melakukan penelitian ke dalam sistem Bumi global yang menggunakan pengamatan satelit. Mengidentifikasi bagaimana ekologi Bumi dipengaruhi oleh proses alam dan manusia merupakan bagian penting dari penelitian ini.
Lautan Kutub Utara, tidak seperti lautan lainnya, hampir seluruhnya terkurung oleh daratan; menjadikannya tempat yang ideal untuk mempelajari perubahan iklim yang sedang berlangsung dalam ekosistem laut yang telah sangat dipengaruhi oleh penurunan es yang menutupi permukaan laut, pengasaman laut, dan peningkatan radiasi matahari.



0 Komentar
Trackbacks/Pingbacks