Pemanasan Global dan Spesies Mamalia
Para ahli biologi di Stanford mengemukakan bahwa keseimbangan keanekaragaman hayati dalam komunitas mamalia kecil di Amerika Utara terlindungi dari pemanasan global yang terjadi 12.000 tahun lalu dan perubahan iklim yang terjadi saat ini dapat mendorong mereka melampaui titik kritis dengan pantulan naik-turun sepanjang rantai makanan. Bukti yang menguatkan pernyataan ini ditemukan pada fosil yang digali oleh para peneliti dari dalam gua di California Utara.
Mereka menemukan bahwa meskipun mamalia kecil di daerah tersebut tidak mengalami kepunahan sebagai akibat dari pemanasan global yang terjadi pada akhir zaman Plistosen, populasi dari kebanyakan spesies tak urung mengalami kehilangan dalam jumlah besar, sementara spesies-spesies dengan kemampuan beradaptasi yang tinggi –misalnya kancil– berkembang dengan subur. Hal ini cukup mengejutkan, mengingat populasi kancil pada saat ini yang begitu besar hingga kebanyakan orang berpendapat bahwa mereka telah ada sejak dulu. Kenyataannya, di zaman Plistosen mereka tidak dominan sama sekali.
Bahkan jika seluruh spesies sanggup bertahan hidup, komunitas mamalia kecil secara keseluruhan kehilangan sejumlah besar keanekaragaman, yang dapat menyebabkan mereka menjadi kurang adaptif terhadap perubahan yang terjadi di masa depan. Mamalia kecil memainkan peranan penting dalam ekosistem, contohnya pada aerasi tanah dan penyebaran bibit, dan sebagai mangsa bagi binatang-binatang yang lebih besar.
Perubahan temperatur sepanjang seratus tahun ke depan diprediksi lebih hebat dibandingkan yang pernah dialami mamalia manapun yang hidup di daratan. Komunitas mamalia kecil yang ada saat ini berada dalam kondisi adaptif, namun perubahan yang akan mereka hadapi merupakan masalah yang lebih besar dari apa pun yang pernah mereka alami selama satu juta tahun terakhir.


0 Comments
Trackbacks/Pingbacks