Delegasi Indonesia Tekankan Pentingnya Bangun Kepercayaan

Rachmat Witoelar dan Christiana Figueres

Rachmat Witoelar dan Christiana Figueres

Dalam siaran pers delegasi Indonesia di Bonn Climate Change Talks yang diterima redaksi media ini, digarisbawahi pentinya trust building dalam meja negosiasi perubahan iklim, terutama dengan tidak adanya kesepakatan yang mengikat (legally-binding agreement) yang tercapai di Kopenhagen.

Ini diwujudkan dengan sebuah kesepakatan tentang REDD yang dicapai oleh pemerintah Indonesia dan Norwegia minggu lalu.  Kesepakatan Oslo ini sekaligus menjadi penegasan bahwa kekosongan legally-binding agreement bukanlah alasan untuk berdiam diri dan tak berbuat apa-apa.

Dalam pertemuan di Bonn ini, jelas sekali, dunia luar mengapresiasi kemajuan yang dicapai oleh Indonesia sebagai salah satu lokomotif utama negosiasi internasional perubahan iklim.  Ini ditandai dengan animo pihak-pihak dan organisasi luar yang akan segera bertemu dengan Delegasi Indonesia untuk membicarakan pilar-pilar visi bersama negosiasi perubahan iklim (adaptasi, mitigasi, alih teknologi dan pendanaan). Indonesia dikenal sebagai negara yang menggagas Jalan Tengah sebagai katalis utama dalam proses mencapai kesepakatan global perubahan iklim.

Pada pembukaan Sidang Pleno Ad-Hoc Working Group on Long Term Cooperative Action (AWG-LCA) Ketua Delegasi Republik Indonesia dalam pernyataannya menekankan perlunya para Pihak segera mengambil keputusan dan kesepakatan guna meraih tujuan Bali Action Plan dan hasil yang subtansial di Cancun. Di sisi lain, pada Sidang  Pleno Ad-Hoc Working Group on Kyoto Protocol (AWG-KP) Indonesia mendesak adanya komitmen kedua pengurangan emisi Gas Rumah Kaca dari negara-negara maju.

Christiana Figueres yang baru saja ditunjuk oleh Sekjen PBB Ban Ki Moon menjadi  Sekretaris Eksekutif UNFCCC, menggantikan Yvo de Boer , menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas usaha-usaha Indonesia dalam mencari jalan tengah kesepakatan global perubahan iklim.

Bonn Climate Change Talks ini sendiri akan berlangsung mulai tanggal 31 Mei 2010 sampai 11 Juni 2010 dan dihadiri oleh perwakilan dari 182 negara untuk membicarakan berbagai permasalahan yang belum disepakati pada  COP-15 di Kopenhagen.  Delegasi Indonesia dipimpin oleh Rachmat Witoelar selaku Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim.

468 ad

0 Komentar

Trackbacks/Pingbacks

  1. Tweets that mention iklimkarbon.com » Utama » Delegasi Indonesia Tekankan Pentingnya Bangun Kepercayaan -- Topsy.com - [...] This post was mentioned on Twitter by Fajar Jasmin, iklimkarbon.com. iklimkarbon.com said: Delegasi Indonesia di Bonn Tekankan Pentingnya Bangun ...