Dampak Perubahan Iklim Terhadap Lautan
Ketika para ilmuwan berkata bahwa Bumi semakin menghangat, biasanya mereka merujuk pada meningkatnya temperatur udara. Hal ini cukup beralasan, karena temperatur yang kian menghangat mempengaruhi manusia secara langsung sehingga kita dapat merasakan perubahan yang dimaksud oleh para ilmuwan.
Kevin Trenberth dan John Fasullo, ahli ilmu cuaca di National Center for Atmospheric Research di Boulder, Colorado, mempublikasikan tulisan di Nature yang menyatakan bahwa sebagian kelebihan panas yang terperangkap oleh emisi gas rumah kaca telah menghilang—dan mungkin tersembunyi di lautan.
John Lyman, ahli kelautan di University of Hawaii, mengatakan, “Sekitar 80 atau 90 persen dari kelebihan panas yang diserap Bumi, diserap ke dalam lautan.” Lyman dan beberapa rekannya mencoba memahami mengapa panas laut mengalami perubahan selama beberapa dekade terakhir. Penemuan mereka mengungkapkan bahwa lautan telah menghangat sejak tahun 1993 dengan kecepatan yang beriringan dengan meningkatnya emisi gas rumah kaca.
Lautan telah bekerja keras untuk menyerap kelebihan panas, dan sebagian panas tersebut akan ditransferkan kembali ke udara, menghangatkan Bumi bahkan jika kita berhasil menghentikan emisi gas rumah kaca secara masif. Karena itu, sangat penting untuk memahami apa yang sedang terjadi di daratan. Apabila para ilmuwan dapat menyempurnakan penelitian mereka, suhu lautan bisa menjadi indikator kunci untuk memantau perubahan iklim yang berfungsi untuk mencegah terjadinya lebih banyak kerusakan.



0 Komentar
Trackbacks/Pingbacks