Prediksi Emisi Global Tahun 2035
Berita yang dilansir U.S. Energy Information Administration menyatakan bahwa emisi karbon global akan meningkat sebanyak 43 persen pada tahun 2035 jika negara-negara besar tidak melakukan tindakan untuk mengurangi pemanasan global. EIA, dalam analisis energi global jangka panjang yang dirilis tahun 2010, memprediksi bahwa penggunaan energi akan meningkat sebanyak 49 persen di antara tahun 2007 dan 2035. Kebanyakan konsumsi energi berasal dari Cina, India, dan negara berkembang lain saat mereka melebur baja, membangun pembangkit listrik dan mengendarai mobil.
Kebijakan energi dapat mengalami pergeseran. Cina menggunakan batubara dalam jumlah besar, namun miliaran dolar yang digunakan untuk membangun sumber energi daur ulang dapat memperkecil dampak emisi karbon. Prediksi ekonomi dapat menyesatkan, dan perkiraan EIA bahwa sumber energi daur ulang memiliki keterbatasan potensi dapat terbukti salah.
Jika dunia pada tahun 2035 tampak seperti dunia pada saat ini, emisi gas rumah kaca akan terus meningkat seiring terjadinya pemanasan global. EIA sendiri memiliki pandangan skeptis mengenai teknologi dan sumber energi bersih, selain hidroelektrik dan tenaga angin. “Selain kedua sumber energi tersebut, kebanyakan energi yang dapat didaur ulang tidak mampu bersaing secara ekonomis dengan bahan bakar minyak,” ungkap EIA.



0 Komentar
Trackbacks/Pingbacks