Sistem Transportasi Intelijen (Intelligent Transportation Systems/ ITS)
Sistem Transportasi Intelijen (ITS) adalah penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam infrastruktur transportasi dan kendaraan sebagai alternatif solusi untuk masalah kepadatan yang semakin tinggi di kota-kota besar/ metropolitan. Sistem ini diterapkan untuk mengendalikan dan mengelola lalu lintas kendaraan, distribusi kendaraan dan infrastruktur untuk mencapai sistem transportasi yang lebih aman, lebih teratur dan perbaikan efisiensi sistem transit dan infrastruktur lalu lintas. Sistem ini akan mengurangi kepadatan lalu lintas sehingga penggunaan energi lebih efisien dan otomatis emisi gas rumah kaca akan lebih rendah. Penerapan sistem ini membutuhkan kajian yang lebih intensif dan perencanaan yang hati-hati untuk menyesuaikan dengan sistem transportasi lokal. Sistem ini diperkirakan menelan biaya infrastruktur hampir 900 juta rupiah, sumber lain menyebutkan sampai 1,2 trilyun rupiah. Singapura menghabiskan sekitar 125 juta dolar Amerika pada tahun 1995 untuk menerapkan Electronic Road Pricing (ERP).
Perbaikan sistem transit dapat mengurangi emisi GRK. Menurut TNA Sektor Transportasi (2009), diperkirakan perbaikan ini dapat mengurangi emisi GRK hingga 30%.
Skema ERP di Singapura adalah penarikan biaya secara elektronik terhadap setiap kendaraan yang melewati jalur tertentu. Hal ini dilakukan untuk menegelola lalu lintas dengan penarikan biaya penggunaan jalan (road pricing) dan penarikan biaya di kepadatan tinggi (congestion pricing). Singapura adalah kota pertama di dunia yang menerapkan penarikan biaya jalan tol secara elektronik.
ERP diterapkan dengan penempatan gerbang baja yang dilengkapi alat sensor dan kamera di setiap jalan yang berhubungan dengan daerah pusat bisnis yang lalu lintasnya padat. Selain di daerah bisnis, kerangka baja bersensor ini ditempatkan juga di tempat lain seperti di beberapa jalan tol dan jalan arteri untuk mengurangi kepadatan pada jam-jam tertentu. Alat yang disebut In-Vehicle Unit (IU) ditempatkan di setiap mobil yang terdaftar di Singapura. Alat tersebut adalah untuk pembayaran biaya penggunaan jalan dengan cara mengurangi nilai dari kartu yang dapat diisi ulang (cash card) saat kendaraan melewati jalan yang menerapkan ERP. Alat IU ini dijual dengan harga sekitar 1 juta rupiah. Di jam puncak seperti saat awal dan akhir jam kerja, biaya yang dikenakan adalah yang paling tinggi, sementara pada jam tidak padat kendaraan, biaya yang dikenakan lebih rendah. Biaya yang dikenakan bervariasi dan saat jam puncak dapat mencapai hampir 100 ribu rupiah sementara untuk jalur yang sama di waktu sepi hanya dikenakan biaya sekitar 15 ribu rupiah.
Teknologi ini disinyalir akan digantikan dengan teknologi berbasis GPS (Global Positioning System), karena penempatan gerbang yang tidak fleksibel sehingga sulit dipindahkan bila diperlukan. Teknologi yang sama juga digunakan untuk menentukan harga parkir kendaraan (electronic parking system/ EPS).
Sejak 2007, sistem ERP juga sudah diperbaiki dengan penggunaan alat untuk memperkirakan kepadatan lalu lintas yang disebut traffic estimation and prediction tool (TrEPS). Tujuan penggunaan TrEPS adalah untuk menentukan biaya yang lebih akurat yang berdasarkan pada real-time variable pricing sehingga biaya penggunaan jalan bisa lebih bervariasi dan lebih adil.
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso pernah melakukan studi untuk penerapan ERP di Jakarta pada tahun 2007 untuk kemungkinan penerapan pada tahun 2008 untuk menggantikan kebijakan 3 in 1. Studi tersebut sudah mencapai tahap desain rekayasa. Idealnya, penyediaan transportasi massal harus didahulukan barulah sistem pembatasan kendaraan ERP dapat berjalan dengan efektif. Namun, jika dilihat dari kesanggupan untuk membayar joki 3 in 1 sebesar sekitar 10 ribu hingga 15 ribu rupiah per orang, ERP bisa menjadi kebijakan yang cukup layak untuk diterapkan. Uang dari penerapan ERP tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki fasilitas dan infrastruktur transportasi publik. Namun hingga saat ini, belum ada kabar terbaru mengenai pelaksanaan dari hasil studi tersebut.

0 Comments
Trackbacks/Pingbacks