Energi Terbaharukan

Upaya mitigasi yang paling besar dampaknya dalam mencegah timbulnya emisi GRK adalah penggunaan energi terbarukan, khususnya di sektor ketenagalistrikan. Seperti yang kita ketahui, kebanyakan pembangkit listrik di Indonesia berbahan bakar batubara dan diesel. Hanya sebagian daerah yang kebetulan memiliki sumber daya air memanfaatkannya sebagai pembangkit. Sementara penggunaan sumber energi non-fosil seperti panas bumi, angin, gelombang laut masih sangat sedikit. Pembangkit listrik batubara berkapasitas 500 MW akan mengeluarkan emisi karbon sebesar kurang lebih 3,7 juta ton CO2 per tahun. Pembangkit listrik tenaga diesel sangat umum digunakan PLN maupun swasta di daerah-daerah di Indonesia. Sektor industri yang tidak dapat mengandalkan pasokan listrik dari PLN mempunyai pembangkit diesel sendiri (berupa genset). Emisi GRK dari sebuah pembangkit listrik diesel berkapasitas 20 MW akan mengemisikan karbon sebesar kurang lebih 140 ribu ton CO2 per tahun atau jika dibandingkan untuk kapasitas yang sama dengan pembangkit batubara dalam contoh sebelumnya (500 MW), pembangkit diesel akan menghasilkan emisi sebesar kurang lebih 3,5 juta ton CO2 per tahun. Sementara itu, penggunaan energi terbarukan menghasilkan emisi karbon hampir nihil atau nol.

Energi terbarukan adalah alternatif pengganti sumber daya fosil yang kian terbatas ketersediannya. Selama ini, Indonesia sangat tergantung pada bahan bakar fosil. Hanya cadangan batubara yang masih cukup banyak, sementara minyak bumi dan gas semakin menipis, terlebih lagi sangat rentan terhadap harga pasar dunia. Untuk menghindari krisis listrik, awalnya batubara diprioritaskan untuk menjadi andalan sumber listrik pada fase pertama program percepatan pembangunan pembangkit listrik 10 ribu MW tahun 2006. Namun batubara bukanlah pilihan yang bersih. Energi terbarukan akan menguntungkan Indonesia dari segi ekonomi maupun lingkungan pada jangka waktu yang lebih panjang. Fase kedua dari program percepatan pembangkit listrik 10 ribu MW menargetkan pembangunan pembangkit panas bumi sebesar 29% dari total kapasitas 10.126 MW yang direncanakan.

Baca juga:

- Hydro Power Plant
- Biofuel
- Geothermal
- PLT Bayu

Balik ke Indeks

468 ad