Ambang Batas CO2 di Atmosfer

May 04, 10 Ambang Batas CO2 di Atmosfer

Karbon Dioksida (CO2) menjadi gas rumah kaca yang paling penting karena satu alasan: jumlahnya yang sangat besar di atmosfer bumi, serta cepatnya pertambahan konsentrasinya di atmosfer karena aktivitas manusia. Grafik berikut menggambarkan korelasi yang sulit dibantah tentang level konsentrasi CO2 di atmosfer dan peningkatan temperatur bumi:

Sumber: http://www.climatechoices.org.uk/pages/cchange3.htm

Sumber: http://www.climatechoices.org.uk/pages/cchange3.htm

Selama hampir seluruh periode sejarah manusia sampai dengan sekitar 200 tahun yang lalu, atmosfer bumi mengandung sekitar 275 ppm ( parts per million ) CO2.  Ppm adalah satuan yang digunkan untuk mengukur konsentrasi gas, -yang dalam hal ini berarti perbandingan antara jumlah molekul CO2 dengan seluruh molekul yang terkandung dalam atmosfer.

Dimulai dari abad 18, manusia mulai membakar batubara, minyak bumi dan gas untuk keperluan industri.  Ini menjadi titik awal meningkatnya level karbon dalam atmosfer secara drastis.  Hampir seluruh aktivitas manusia dewasa ini seperti menyalakan lampu atau memasak makanan bersandar pada sumber energi seperti minyak bumi dan batubara yang mengeluarkan emisi karbon.  Mudahnya, manusia setiap harinya mengambil simpanan karbon selama jutaan tahun yang tersimpan dalam bentuk bahan bakar fosil, membakarnya, dan melepaskannya ke atmosfer.  Oleh karenanya, hari ini konsentrasi karbon di atmosfer telah mencapai level 390 ppm, -dan terus meningkat sebesar kurang-lebih 2 ppm per tahunnya.

Ini menyebabkan perkembangan yang tak menggembirakan di dunia.  Glacier di mana-mana mulai meleleh dan menghilang, padahal mereka merupakan sumber air minum utama bagi ratusan juta manusia.  Nyamuk, yang lebih menyukai suhu hangat, menyebar ke daerah-daerah baru, dan membawa serta wabah malaria dan Demam Berdarah Dengue (DBD).  Kekeringan dan kesulitan pangan menjadi jauh lebih sering.  Permukaan air laut terus meningkat.  Keasaman air laut juga naik terus, sehingga mengancam kehidupan organisme seperti terumbu karang (Terumbu karang akan mulai hancur terlarut dalam air pada konsentrasi CO2 sebesar 450 ppm).  Keseluruhan gejala-gejala tersebut akan menyebabkan komplikasi situasi yang cenderung meningkatkan konflik pada daerah-daerah yang mengalami kelangkaan sumber daya.

Para pakar yang menjadi otoritas utama dalam bidang iklim di dunia kemudian berkumpul untuk mendiskusikan hal ini.   Salah satu kesimpulan mereka adalah bahwa ambang batas aman bagi level konsentrasi CO2 dalam atmosfer adalah 350 ppm.  Seperti yang dikatakan oleh James Hansen dari NASA,

“Jika manusia berharap untuk melestarikan sebuah planet yang sama dengan tempat peradaban kita berkembang, bukti ilmiah yang ada mengisyaratkan bahwa CO2 harus dikurangi konsentrasinya menjadi maksimal 350 ppm.”

Kesimpulan yang sederhana namun kuat ini diambil dari sebuah karya ilmiah yang dihasilkan oleh studi bersama sepuluh peneliti terkemuka dari AS, Inggris, dan Perancis.  Konklusi ini menjadi menggemparkan karena ia memberikan kepada manusia sebuah pembeda-berbasis-ilmiah antara level CO2 yang aman dan yang berbahaya.  Kejernihan sasaran inilah yang harus dicapai jika manusia ingin menjaga kapasitas bumi untuk mendukung kehidupan seperti beribu-ribu tahun sebelumnya.


Balik ke Indeks

Referensi :

  • Target Atmospheric CO2: Where Should Humanity Aim? – NASA Goddard Institute of Space Studies
  • Contribution of Working Groups I, II and III to the 4th Assessment Report – IPCCC

0 Comments

Trackbacks/Pingbacks

  1. iklimkarbon.com » 101 » Penyebab Perubahan Iklim - [...] - Ambang Batas CO2 di Atmosfer [...]