AS Didera Perubahan Iklim
Laporan terbaru yang dikeluarkan oleh sejumlah agen dalam pemerintahan Obama menyatakan bahwa perubahan iklim telah mempengaruhi kesehatan penduduk Amerika pada skala nasional. Hal ini mendesak lembaga federal untuk segera menyesuaikan penelitian dan kebijakan mereka dalam menangani masalah yang akan timbul. Sejauh ini, Amerika telah mengalami kerugian yang disebabkan oleh kenaikan permukaan air laut, banjir, kekeringan, gelombang panas, topan, badai, dan memburuknya kualitas air. “Perubahan iklim membahayakan kesehatan manusia dan mempengaruhi semua sektor di masyarakat, secara domestik maupun global,” demikian isi laporan tersebut.
“Pencegahan adalah kebijakan yang terbaik,” ucap Christopher Portier, salah satu penyusun laporan yang juga merupakan penasehat senior di bidang ilmu pasti, kepada direktur National Institute of Environmental Health Sciences. “Memahami bagaimana perubahan iklim mempengaruhi kesehatan manusia akan menolong kita dalam menetapkan strategi untuk beradaptasi dan melakukan mitigasi yang tidak hanya meringankan atau mencegah dampak perubahan iklim, namun juga berpotensi untuk meningkatkan kesehatan.”
Menurut Portier, mengurangi penggunaan bahan bakar minyak akan menurunkan bukan saja emisi gas rumah kaca, namun juga polutan-polutan lain yang menimbulkan banyak penyakit yang menjadi penyebab kematian di Amerika Serikat, termasuk penyakit jantung, paru-paru, serta kanker. “Mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak akan menciptakan perlindungan bagi kesehatan manusia,” jelasnya.
Laporan yang disusun oleh Portier dan koleganya dari beberapa lembaga federal memperlihatkan sebuah daftar yang berisi dampak kesehatan yang ditimbulkan perubahan iklim, mulai dari alergi, asma, hingga memburuknya kesehatan mental ketika warga Amerika menghadapi peristiwa-peristiwa yang lebih ekstrim, dan, dalam beberapa kasus, terpaksa pindah dari tempat tinggal mereka sebagai akibat dari bencana alam.



0 Komentar
Trackbacks/Pingbacks