Kredit Karbon Memberi Peluang bagi Petani dan Pemilik Tanah
Lenny Farlee, pakar kehutanan dari Purdue University Extension mendefinisikan karbon kredit sebagai sebuah metode yang digunakan oleh organisasi-organisasi yang ingin mengimbangi emisi karbon mereka. Metode ini juga menciptakan kesempatan bagi para petani yang memiliki lahan yang tidak digarap atau pemilik tanah yang melakukan penanaman ulang pohon-pohon di hutan.
Ketika karbon dilepaskan ke atmosfer, ia diserap dan disimpan oleh pohon dan tanaman lainnya dan berakhir di dalam tanah sebagai materi organik. Ladang yang tanahnya tidak digarap (no-till field) menyimpan karbon dalam bentuk materi organik yang dapat dijual oleh para petani dan mendatangkan penghasilan tambahan bagi mereka.
Kredit offset karbon dijual melalui Chicago Climate Exchange (CCX), yang beroperasi layaknya pasar bursa. Offset biasanya datang dari penangkapan metana, lahan yang tidak digarap, padang rumput, dan penanaman pohon. Karbon dari padang rumput dan lahan yang tidak digarap dijual ke CCX dengan harga tetap per acre. Karbon dari pepohonan juga dijual pada harga tetap berdasarkan jenis pohon, usia, dan daerah penanaman. CCX menerima minimal 100 ton karbon sekali jual. Kebanyakan pemilik tanah menjual kredit melalui seorang perantara (yang fungsinya kira-kira sama dengan broker saham), yang akan menggabungkan kredit dari beberapa pemilik tanah sekaligus hingga mencapai 100 ton dan menjualnya kepada CCX.
Lebih jauh, Farlee menjelaskan, saat ini sulit untuk memprediksi masa depan Amerika Serikat di bidang pengurangan emisi gas rumah kaca dalam kaitannya dengan perundang-undangan. Ia menyarankan agar para petani dan pemilik tanah menunggu hingga pengajuan diputuskan sebelum mereka menjual karbon karena pasar karbon sedang mengalami penurunan.



0 Komentar
Trackbacks/Pingbacks