Pentingnya Mendeteksi Panas Energi Surya
Kevin Trenberth dan John Fasullo, ilmuwan di National Center for Atmospheric Research di Boulder, Colorado, mengatakan bahwa hanya sebagian dari panas (kalor) yang telah menumpuk di Bumi selama bertahun-tahun terakhir yang dapat diketahui secara pasti. Sisanya belum terdeteksi hingga saat ini. Salah satu contoh fenomena alam yang disebabkan oleh panas yang tidak terdeteksi adalah El Niño dan La Niña.
Meski kenaikan temperatur dalam beberapa dekade terakhir merupakan konsekuensi yang umum diketahui dari gas rumah kaca yang semakin menebal, kenaikan tersebut hanya mewakili sebagian kecil kelebihan panas yang terperangkap di Bumi. Sebagian besar kelebihan energi surya langsung mengarah ke laut, di mana panas tersebut tersimpan dalam air yang menghangat. Sebagian lain melelehkan gletser dan es di kutub, juga menghangatkan daratan dan atmosfir Bumi. Sisanya, yang selama ini tidak terdeteksi, kadang dilepaskan dalam wujud peristiwa cuaca ekstrem seperti El Niño dan La Niña.
“Pemanasan global disebabkan oleh ketidakseimbangan energi. Lebih banyak energi surya yang memasuki atmosfir Bumi ketimbang yang meninggalkannya. Yang perlu dicemaskan adalah fakta bahwa kita tidak dapat sepenuhnya memantau dan memahami ketidakseimbangan ini,” jelas Fasullo.
“Adalah sesuatu yang sangat penting untuk melacak energi yang menumpuk dalam sistem iklim agar kita dapat memahami apa yang sedang terjadi dan memprediksi masa depan iklim,” Trenberth menambahkan.


