Indonesia Diundang Untuk Bergabung Dengan Kelompok BASIC
Tanpa banyak publikasi, bulan Maret ini Indonesia menerima undangan untuk bergabung dengan Brazil, Afrika Selatan, India dan Cina dalam kelompok BASIC yang menegosiasikan Copenhagen Accord dengan Amerika Serikat.
Seperti yang disebutkan oleh Agus Purnomo, asisten khusus urusan perubahan iklim dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, SBY telah menerima undangan formal dari para anggota kelompok ini untuk bergabung dalam meja negosiasi selanjutnya.
Agus mengatakan, Indonesia tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang kelompok ini, dan sedang menunggu undangan resmi untuk menghadiri pertemuan negara-negara tersebut di Afrika Selatan bulan depan. Namun demikian, ia juga mengutarakan kehati-hatian dalam bergabung dengan suatu blok negosiasi yang secara luas dikritik karena suara-suara yang menentang pemotongan emisi yang mengikat.
Lanjutnya,
“Kami akan mempertimbangkan pengaruh positif dan negatifnya sebelum memutuskan untuk bergabung. Kami memandang keempat negara ini sebagai negara dengan suara yang penting untuk didengar. Suara mereka bersifat krusial bagi kesuksesan perundingan iklim.”
Jika akhirnya Indonesia jadi bergabung, ia akan memperkuat posisi negosiasi kelompok BASIC dengan signifikan; – mengingat statusnya sebagai salah satu negara berkembang yang dengan emisi karbon paling besar karena deforestasi. Lebih lanjut lagi, karena komitmen negara untuk memotong emisi sebesar 26 persen dari level business-as-usual pada 2020, Indonesia dapat berperan menjadi jembatan bagi kelompok BASIC dan negara maju dalam perundingan selanjutnya.


0 Comments
Trackbacks/Pingbacks