Sekjen PBB Minta Tinjauan Independen Atas IPCC
Ban Ki-Moon, sekretaris jenderal PBB, mengumumkan bahwa suatu tinjauan independen yang komprehensif atas IPCC akan dilakukan, -mengikuti seruan dari pemerintahan berbagai negara. Ia menyebut bahwa para peneliti dari berbagai akademi di seluruh dunia akan mengambil bagian dalam proses peninjauan ini, yang akan dikepalai oleh sebuah Inter-Academy Council – dan akan dilakukan melalui sebuah proses yang sepenuhnya independen dari campur tangan PBB.
Sekjen PBB Ban Ki-Moon meminta para akademis sains dunia untuk meninjau pekerjaan dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). Pekerjaan ini akan dikoordinasikan oleh Inter-Academy Council, yang akan meliputi badan seperti Royal Society dari Inggris.
Dalam pengumumannya, Ban Ki-Moon menekankan bahwa kendati ada kesalahan dalam hasil penelitian terakhir ( Assesment ke-4, th. 2007 ), tak ada hal signifikan yang didapati untuk meragukan kekokohan fondasi ilmiah bahwa perubahan iklim memang sedang terjadi.
“Biar saya tegaskan – ancaman dari perubahan iklim benar-benar nyata,” ucapnya. “Saya tak melihat adanya bukti yang kredibel yang sanggup melemahkan kesimpulan laporan IPCC tahun 2007.” Namun, ia memahami bahwa kesalahan yang ada dalam laporan tersebut butuh untuk ditinjau ulang secara independen, demi memperbaiki transparansi di masa yang akan datang. Kesalahan-kesalahan yang dimaksud mencakup proyeksi yang tidak akurat mengenai kapan glacier Himalaya akan mulai meleleh.
Detail tentang proses ini masih terus bermunculan. Diketahui bahwa proses ini akan menggandeng baik pihak yang telah familiar dengan proses IPCC, maupun yang sekarang tak berada di bawah IPCC. BBC juga melaporkan bahwa poin-poin berikut akan menjadi perhatian:
- Analisa atas proses IPCC, termasuk hubungan dengan badan PBB yang lain
- Tinjauan atas penggunaan sumber yang belum diverifikasi oleh rekanan akademis, dan quality control atas data
- Penilaian atas interaksi prosedur dalam mencakup “seluruh lingkup pandangan ilmiah”
- Tinjauan atas proses komunikasi IPCC dengan publik dan media


