Dapatkah Transparansi Mengurangi Emisi?

Global Warming

Dengan stagnansi pembahasan mengenai skema pembatasan cap atas emisi karbon AS, kini marak dibahas tentang kemungkinan penggantinya.  Salah satunya yang baru digagas adalah peraturan baru dari EPA yang disebut Greenhouse Gas Reporting Rule.  Aturan ini akan mewajibkan perusahaan yang mengeluarkan emisi lebih dari 25.000 ton per tahunnya untuk mengumumkan jumlah persis emisinya.  Data emisi yang dikumpulkan akan diumumkan kepada masyarakat luas mulai Maret 2011.  Perusahaan-perusahaan yang terlibat akan dimasukkan dalam sebuah database yang searchable. Teorinya, ini akan menimbulkan reaksi balik dari publik yang pada gilirannya dapat menyebabkan perusahaan tersebut memotong emisi mereka.

Gagasan yang terkandung dalam hal ini bukanlah hal baru.   Pada era pemerintahan Reagan, hal serupa dilakukan Rep. Henry Waxman untuk mengesahkan sebuah peraturan yang mengharuskan perusahaan untuk mengumumkan polusi gas beracun mereka.  Tidak memotongnya, namun hanya mengumumkannya.  Sewaktu mereka mengumumkan hal ini, media segera menyiarkannya ke publik.  Respon keras dari publik lantas membawa ke dihasilkannya sebuah regulasi yang bermakna.

Dalam kasus emisi karbon, David Doniger, climate policy director dari Natural Resources Defense Council berkata, “Sebagian perusahaan mungkin mendapati bahwa lampu peringatan mereka menyala saat mereka dihadapkan secara frontal dengan emisi mereka.”  Emisi yang ter-ekspos diharapkan akan meningkatkan dukungan publik terhadap suatu peraturan yang mengikat secara hukum.

Namun seperti yang disuarakan oleh Jonathan Hiskies dari Grist, kasusnya bisa jadi berbeda karena sifat gas rumah kaca yang tak langsung berdampak terhadap kesehatan manusia.  Mengingat emisi karbon yang tak akan langsung meracuni manusia, -bersama dengan para pelaku industri yang terus menghabiskan jutaan dolar untuk “mendistorsi” temuan ilmiah -, ada sebuah keraguan sahih tentang apakah khalayak umum di AS akan menanggapi hal ini dengan serius.

Catatan : Ilustrasi diambil dari karya Ben Heine di sini.

468 ad