Nyatakan Dengan Karbon
Bingung apa yang harus Anda berikan untuk teman Anda yang pecinta lingkungan? Atau Anda ingin memberi hadiah untuk seorang teman yang telah memiliki semua hal yang ia butuhkan? Jika dulu bunga atau kartu ucapan Hallmark sempat populer, kini nyatakan kepedulian Anda dengan…. satu ton karbon!
Yup. Carbon reduction certificate adalah sebuah sertifikat yang kini populer diperjualbelikan sebagai hadiah, terutama di kalangan negara-negara yang sudah melek lingkungan. Sertifikat ini dijual oleh Adirondack Council, sebuah lembaga nirlaba yang memperolehnya dari pelelangan carbon trading dan menjualnya kembali senilai USD 25.
Pelelangannya sendiri dilakukan empat kali setahun oleh satu-satunya program cap and trade atas karbon dioksida yang ada di Amerika di bawah naungan Regional Greenhouse Gas Initiative. Skema ini melibatkan pembangkit-pembangkit listrik di New York dan sembilan states lainnya dalam rangka melawan pemanasan global.
Di bawah regulasi sistem ini, suatu stasiun pembangkit listrik harus membeli “ijin” atas setiap ton emisi karbon dioksida yang ia hasilkan menurut suatu kuota tertentu. Jika ia lantas mengeluarkan emisi di bawah itu, stasiun yang bersangkutan boleh menjual lagi ijinnya kepada stasiun lain yang memerlukannya. Mekanisme penjualan ijin emisi inilah yang dilakukan melalui pelelangan yang terbuka untuk umum, dengan minimum pembelian sejumlah 1.000 lembar ijin.
Tahun lalu, Adirondack Council mulai ikut dalam pelelangan tersebut dan mengeluarkan sertifikat bagi setiap ijin yang mereka “pensiunkan” dari pasar. Setiap sertifikat yang mereka jual kembali bernilai sejumlah 3 ton ijin karbon. Ini berarti, setiap kali seseorang membeli sertifikat tersebut, ada 3 ton karbon dioksida yang dicegah pelepasannya ke atmosfer karena ijinnya telah ditiadakan.
Sebagai contoh, sebuah industri pabrik ban harus membeli ijin bagi kelebihan emisi karbon mereka sejumlah 3 ton pada tahun ini. Nah, secara teoretis, ijin tersebut kini sudah tak mungkin diperoleh lagi karena telah dibeli oleh Adirondack Council. Sebagai akibatnya, pabrik ban tadi lalu mau tak mau harus menurunkan emisi mereka agar tetap berada di dalam batas yang diperbolehkan. Tentu saja, ini adalah penyederhanaan masalah, namun gagasan dasarnya sangat bagus : sertifikat ini membuka jalan bagi masyarakat umum untuk turut aktif melakukan kontrol emisi karbon dioksida atas kalangan industri.
Bagaimana dengan sambutan publik sendiri? Mari kita lihat sebuah contoh kasus seperti yang dialami oleh Alan Chartock, pemimpin WAMC Northeast Public Radio di Albany, Amerika; yang baru-baru ini melakukan pelelangan amal atas 600 lembar sertifikat tadi dengan jumlah penawaran minimum senilai USD 100 per lembarnya. “Kami sangat kaget dengan responnya. Beberapa orang bahkan melakukan penawaran untuk membeli masing-masing selembar sertifikat bagi semua cucunya.”
Ia melanjutkan, sertifikat-sertifikat ini bahkan mencapai nilai penawaran sebesar USD 1,000 dan menyaingi item-item populer seperti CD rekaman wawancara dengan penyanyi James Taylor dan Pete Seeger. Seperti katanya, “Daya tariknya adalah justru rasa takut. Orang-orang benar-benar peduli atas bahaya yang mengancam planet ini.”
Paling tidak, sertifikat ini dapat disikapi sebagai sebuah terobosan baru untuk meningkatkan keterlibatan publik sebagai stakeholder bersama dalam masalah perubahan iklim karena gas rumah kaca. Selanjutnya, pekerjaan rumah kita bersama terletak di dua hal. Pertama, melanjutkan inisiatif kreatif ini dengan bentuk-bentuk lain dalam rangka memperluas public involvement. Kedua, terus mengambil pilihan-pilihan yang bertanggungjawab akan lingkungan dalam gaya hidup personal kita masing-masing. Semuanya demi kelangsungan bumi dan generasi mendatang.

