CDM Melejit di Seluruh Dunia

Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa Clean Development Mechanism (CDM) mendorong ledakan jumlah inisiatif penurunan emisi di seluruh dunia.  CDM mengatur persetujuan yang membolehkan negara-negara maju untuk memenuhi kewajiban penurunan emisinya melalui sertifikasi penurunan emisi dari proyek di negara berkembang.  Snapshot akhir tahun mengenai CDM oleh Program Lingkungan PBB (United Nations Environment Program, UNEP) memperlihatkan penambahan jumlah proyek CDM di semua wilayah dunia, dari 61 pada 2004 hingga 4,237 pada akhir tahun 2007.  UNEP memperkirakan jumlah ini akan dua kali lipat pada 2012.

Saat ini, jumlah proyek di Asia Pasifik bertambah dari 18 pada 2004 menjadi 3,240 pada 2007.  Di Amerika Latin, dari 41 menjadi 814.  Di Afrika dari 2 menjadi 87.  Di Timur Tengah, dari tidak ada menjadi 54.  Dan di Eropa Timur dan Asia Tengah dari tidak ada menjadi 42.

Yang mengejutkan, tetapi menyenangkan, adalah bahwa sebagian besar dari proyek-proyek yang ada — 2,659 proyek — adalah energi terbarukan yang menurut PBB termasuk air, angin, matahari, panasbumi, biomassa, biogas, dan pasanglaut.  UNEP juga melaporkan bahwa beberapa tipe proyek “tertinggal di belakang potensi sebenarnya,” utamanya efisiensi energi di gedung-gedung yang hanya ada 14 proyek, walaupun IPCC pernah menyatakan bahwa emisi yang terkait dengan gedung mungkin berlipat ganda dari 9 miliar ton pada 2004 menjadi 16 miliar ton pada 2030.

Achim Steiner, Wakil Sekretaris Jenderal PBB dan Direktur Eksekutif UNEP, berujar bahwa salah satu tantangan yang dihadapi CDM adalah untuk melalui rintangan yang menghambat proyek-proyek di sektor seperti gedung-gedung.  Walaupun demikian, sambutnya “CDM dan pasar karbon secara keseluruhan adalah salah satu cerita keberhasilan dari tindakan bersama internasional mengenai perubahan iklim.”

468 ad