Poznan Membawa Pekerjaan Rumah

Al Gore memberikan sepatah kata pada CMP4 di Poznan
Pada 1 – 12 Desember 2008 yang baru lalu, Conference of the Parties (COP) 14 dari UNFCCC, yang juga sebagai Meeting of the Parties (CMP) 4 dari Protokol Kyoto diadakan di Poznan, Polandia. Saat berpisah, peserta pertemuan berjanji untuk mengubah pola pertemuan tahun depan (CMP5 di Copenhagen, Denmark) sebagai sepenuhnya forum negosiasi. Perubahan ini penting untuk menjawab tantangan perubahan iklim yang bentuknya sebagai perjanjian internasional harus disepakati.
Di Poznan, ada kemajuan dalam bidang teknologi dengan diendorsenya Poznan Strategic Program on Technology Transfer, atau Program Strategis Transfer Teknologi Poznan, sebuah program yang diinisiasi oleh Global Environment Facility (GEF). Program ini bertujuan untuk mengintensifkan investasi melalui leverage kepada investasi swasta untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
“Inilah saatnya kita naik ke tingkat negosiasi yang lebih tinggi, termasuk merancang naskah negosiasi yang akan disepakati,” ujar Ketua Konferensi yang juga Menteri Lingkungan Polandia Maciej Nowicki. Peserta sepakat bahwa draft pertama dari naskah itu akan tersedia di pertemuan di Bonn pada Juni 2009.
“Selain menyepakati program kerja tahun depan,” sambung Nowicki, “kita telah menyiapkan tempat untuk banyak masalah teknis.” Sambungnya lagi, “Poznan adalah tempat bermitranya negara maju dan negara berkembang untuk berubah dari retorika menuju aksi sebenarnya.”
Dengan semangat itu, polesan akhir sedang dilakukan pada Dana Adaptasi Protokol Kyoto sehingga dapat mulai membiayai proyek pada tahun 2009. Peserta sepakat bahwa dana ini, diambil dari sebagian hasil (share of proceeds) dari Clean Development Mechanism (CDM) dan sumbangan sukarela, akan memiliki kekuatan hukum untuk memberikan akses langsung oleh negara-negara berkembang.
Walaupun demikian, peserta belum bersepakat untuk menambah sumber dana adaptasi melalui sebagian hasil dari mekanisme pasar Protokol Kyoto lainnya, yaitu Joint Implementation (JI) dan Emissions Trading (ET).
Bersama dengan keputusan untuk menyederhanakan dan mempercepat proses CDM, peserta meminta CDM Executive Board untuk merambah prosedur dan metodologi yang dapat meningkatkan distribusi regional dan sub-regional dari proyek-proyek CDM. Peserta juga meminta Board untuk menganalisis implikasi dari usulan memasukkan carbon capture and storage (CCS, sebuah teknik menangkap dan menyimpan karbon dioksida secara geologis) ke dalam CDM, dan memperluas kriteria untuk aforestasi dan reforestasi.
Event penting pada konferensi ini adalah Roundtable Tingkat Menteri mengenai visi bersama (shared vision) untuk aksi jangka-panjang bersama. “Pemerintah telah mengirim tanda-tanda politik yang kuat bahwa, terlepas dari krisis finansial dan ekonomi, jumlah dana yang besar tetap dapat termobilisasi untuk mitigasi dan adaptasi di negara-negara berkembang, dengan bantuan arsitektur finansial yang cerdik dan kelembagaan untuk menyampaikan dukungannya,” kata Yvo de Boer, Executive Secretary dari UNFCCC. “Saat ini kita punya sense yang lebih jelas mengenai arah perjalanan kita dalam merancang sebuah hasil yang akan menjadi pernyataan komitmen dari negara-negara maju, dukungan finansial yang dibuthkan, dan kelembagaan yang akan menyampaikan dukungan tersebut, sebagai bagian dari hasil Copenhagen.” Imbuhnya.
Peserta pertemuan di Poznan membuat kemajuan dalam beberapa issue penting menghadapi tahun 2012, terutama untuk negara-negara berkembang, termasuk dalam hal adaptasi, finance, teknologi, dan penurunan emisi dari deforestasi dan kerusakan hutan (reducing emissions from deforestation and forest degradation, REDD). Selain itu, peserta konferensi juga mendiskusikan dengan detail masalah-masalah pengelolaan marabahaya, analisis resiko, dan asuransi, yang merupakan masalah-masalah inti untuk membantu negara-negara berkembang menghadapi dampak perubahan iklim.
Pemerintah yang bertemu di bawah Protokol Kyoto sepakat bahwa komitmen dari negara-negara maju post-2012 sejatinya harus dalam bentuk pembatasan dan pengurangan emisi yang terkuantifikasi (quantified emission limitation and reduction objectives), sesuai dengan bentuknya pada perioda pertama Protokol Kyoto (2008 – 2012).
Termasuk pertemuan di Copenhagen (7 – 18 Desember), paling tidak ada empat pertemuan penting UNFCC pada tahun 2009 ini, yaitu dua pertemuan di Bonn, Jerman (29 Maret – 8 April dan 1 – 12 Juni), dan sebuah lagi pada bulan Agustus / September.

